Daftar Makanan Yang Mampu Meningkatkan Produksi ASI

Daftar Makanan Yang Meningkatkan Produksi ASI

Setelah melahirkan, seorang ibu memiliki tanggung jawab untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Hal ini bertujuan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak untuk kesehatan dan proses tumbuh kembang anak. Karena makanan anak setelah lahir hanyalah ASI. Sehingga ASI bermanfaat sebagai sumber gizi yang penting untuk tubuh anak.

Berbicara tentang ASI, masalah yang sering dialami oleh ibu-ibu menyusui adalah keluarnya ASI yang hanya sedikit. Hal ini dipengaruhi oleh produksi ASI yang menurun. Untuk mengatasinya, anda bisa mengkonsumsi makanan-makanan yang memang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI. Karena pola makan yang anda lakukan, akan berdampak pada produksi ASI anda. Oleh sebab it terapkan pola makan yang sehat, makanlah makanan yang bergizi banyak.

Baca Juga : Penting, Asupan Gizi Berikut Ini Bagi Seorang Ibu Menyusui

Daftar Makanan Peningkat Produksi ASI

Berikut ini daftar makanan yang bagus untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui :

1. Sayur Bayam

Sayur bayam merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang bermanfaat baik untuk meningkatkan produksi ASI seorang ibu menyusui. Karena di dalam sayur bayam terdapat zat phytoestrogens yang bermanfaat dalam produksi ASI. Selain itu, bayam mengandung banyak sekali vitamin, kalsium, mineral, fosfor, dan masih banyak lagi. Kandungan tersebut mampu mencegah anemia pada ibu menyusui. Tidak hanya itu, kandungan vitamin B6 dalam bayam sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

2. Kacang-Kacangan

Ada beberapa jenis kacang-kacangan yang mengandung zat dan nutrisi yang sangat baik untuk seorang ibu menyusui guna meningkatkan produksi ASInya. Selain itu, kandungan zat besi dan vitamin lain dalam kacang memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh bayi. Adapun jenis kacang-kacangan tersebut antara lain adalah kacang almond, mete, dan macadamia. Sebaiknya pilihlah kacang yang tidak mengandung banyak sodium atau bebas garam.

3. Sayuran Merah

Tidak hanya jenis sayuran hijau saja yang mampu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Melalui kandungan zat-zat yang ada di dalam sayuran merah mampu membatu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui dengan sehat. Selain itu, dengan rutin mengkonsumsi sayuran merah akan mememenuhi kebutuhan folat untuk tubuh. Adapun jenis-jenis sayuran merah terse butV antara lain adalah sawi merah, bayam merah, serta ubi jalar, dan masih banyak lagi.

4. Labu

Labu juga merupakan makanan yang mampu meningkatakn produksi ASI ibu menyusui secara alami. Kandungan gizi, serat dan nutrisi yang banyak dalam labu sangat baik untuk kesehatan, terutama pada pencernaan. Anda bisa membuatnya menjadi sup ataupu kolak.

5. Kemangi

Selain bayam, di dalam kemangi juga mengandung zat phytoestrogens yang cukup tinggi. Dimana zat tersebut sangat bermanfaat baik untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Anda bisa mengkonsumsinya sebagai lalapan atau campuran pada masakan.

6. Wijen Hitam

Wijen merupakan salah satu bahan makanan yang sering dijumpai atau digunakan sebagai taburan pada makanan seperti roti. Selain digunakan sebagai taburan, wijen ternyata memiliki khasiat yang baik untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui. Selain dikonsumi, cara menggunakannya bisa dengan menjadikannya obat oles. Sehingga anda bisa mengoleskannya pada payudara untuk meningkatkan produksi ASI.

7. Bawang Putih

Tidak hanya digunakan sebagai bahan bumbu penyedap makanan dan bermanfaat untuk kesehatan saja, bawang putih juga baik utuk produksi ASI. Jika anda selalu menggunakan bawang putih dalam setiap masakan atau menu makanan anda, hal ini akan membuat produksi ASI lebih meningkat. Selain itu, juga dapat mencegah hipertensi.

8. Jahe

Jahe merupakan salah satu bahan tradisional yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Salah satu caranya adalah dengan meminum minuman jahe secara rutin. Hal tersebut juga akan menjaga suplai ASI dengan baik.

9. Oatmeal

Oatmeal ternyata memiliki kandungan yang mampu meningkatkan dan menjaga supali ASI dengan baik. Selain itu oatmeal juga bagus untuk menurunkan kolesterol dan menjaga tekanan darah. Anda bisa mengkonsumsinya sebagai menu sarapan pagi.

 

Itulah beberapa jenis makanan yang bermanfaat baik untuk membantu anda dalam meningkatkan produksi ASI anda. Terapkan selalu pola makan yang sehat agar kesehatan anda dan anak akan terjaga dengan baik. Penting untuk selalu konsultasi ke dokter jika mengalami hal yang sekiranya berbahaya untuk kesehatan anda dna juga bayi.

Penting, Asupan Gizi Berikut Ini Bagi Seorang Ibu Menyusui

Asupan Penting Untuk Ibu Menyusui

Setiap tubuh manusia memang memerlukan asupan gizi dan vitamin yang mencukupi setiap harinya. Begitu juga dengan seorang ibu yang menyusui. Asupan gizi yang banyak tidak hanya diperlukan saat masa kehamilan saja, akan tetapi lanjut hingga setelah melahirkan. Hal ini berguna tidak hanya untuk tubuh seorang ibu saja, melainkan juga untuk anaknya.

Setelah melahirkan, seorang ibu memiliki kewajiban untuk memberikan ASI esklusif untuk anaknya. Dimana untuk melancarkan dan meningkatkan kualitas ASI tersebut, seorang ibu harus memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk tubuhnya secara dengan baik secara mencukupi. Ada beberapa asupan yang memang penting dan wajib untuk dikonsumsi oleh seorang ibu menyusui.

Berikut Ini Asupan Gizi Yang Harus Di Penuhi Pada Tubuh Seorang Ibu Menyusui :

1. Protein

Protein merupakan salah satu zat sumber gizi yang diperlukan untuk tubuh seorang ibu menyusui guna memperbaiki dan membangun jaringan dalam tubuhnya. Asupan ini juga akan berperan mengembalikan kondisi tubuh ibu setelah kehamilan dan proses melahirkan. Secara otomatis protein tersebut juga akan terkandung dalam ASI dan akan memberikan peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sumber protein bisa didapat dari daging, ikan, keju, telur, ayam, dan sumber protein lainnya.

2. Zat Besi

Setelah melahirkan biasanya seorang ibu tidak akan mengalami menstruasi selama kurang lebih 4-6 bulan pertama dan saat itu zat besi tidak hilang melalui darah menstruasi. Sehingga zat besi tidak terlalu diperlukan olehnya. Akan tetapi lain halnya dengan seorang ibu yang menderita anemia. Kebutuhan zat besi sangat diperlukan untuk tubuhnya guna mencegah terjadinya anemia saat setelah melahirkan. Hal ini juga akan memperlancar anda dalam memberikan ASI ekslusif kepada anak. Sumber asupan zat besi bisa didapatkan dari ayam, daging, ikan, sayuran hijau (bayam, katuk, brokoli, dll).

3. Lemak

Lemak merupakan asupan yang juga penting untuk tubuh seorang ibu menyusui. Tidak hanya untuk  tubuh ibu saja, akan tetapi lemak juga berperan penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Akan tetapi konsumsilah lemah yang tak jenuh yang lebih menyehatkan. Dan boleh juga mengkonsumsi lemak jenuh, akan tetapi harus dibatasi. Selain itu lemak yang terkandung dalam ikan berlemak memiliki kandungan omega-3  yang bermanfaat untuk otak bayi. Adapun sumber asupan lemak bisa didapatkan dari alpukat, biji-bijian, minyak zaitun, minyak kanola, ikan (salmon, tuna, herring, dan sarden), dan sumber lemak lainnya.

4. Vitamin C

Vitamin C merupakan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi lebih banyak oleh seorang ibu menyusui. Asupan vitamin C saat setelah melahirkan harus lebih banyak dibadingkan selama kehamilan. Karena vitamin C memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan pada tubuh ibu dan bayinya. Vitamin C bagus untuk pertumbuhan tulang serta gigi anak. Sumber asupan vitamin C bisa didapatkan dari tomat, kiwi, kol, jambu biji, mangga, jeruk, brokoli, dan sumber lainnya.

5. Vitamin E

Vitamin E memiliki peranan penting untuk tubuh ibu dan juga bayi. Pada tubuh ibu, vitamin E bermanfaat untuk mencegah terjadinya anemia setelah melahirkan. Untuk tubuh bayi, vitamin E berperan penting untuk melindungi mata, paru-paru, menjaga kesehatan otot, sistem kardiovaskular, serta sistem saraf. Sumber asupan vitamin E bisa didapatkan dari kacangan almond, mangga, asparagus, alpukar, serta selai kacang.

6. Kalsium

Saat masa kehamilan dan menyusui, seorang ibu bisa mengalami penurunan massa tulang sementara waktu. Akan tetapi penurunan massa tulang tersebut bisa kembali setelah berhenti menyusui. Disini kalsium memiliki peranan penting untuk mencegah terjadinya penurunan massa tulang tersebut. Sehingga kalsium sangat penting untuk dikonsumsi selama hamil dan menyusui. Ibu bisa mendapatkan sumber asupan kalsium dari susu, bayam, brokoli, sawi, daun kale, dan sumber kalsium lainnya.

7. Kalium

Dalam memproduksi ASI tubuh ibu memerlukan banyak cairan. Dimana peningkatkan kebutuhan cairan tersebut berdampak juga pada peningkatkan kebutuhan kalium untuk  tubuh seorang ibu menyusui. Hal ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuhnya. Tidak hanya it, kalium juga berperan penting dalam kinerja sistem saraf dan kontraksi otot. Ibu bisa mendapatkan sumber asupan kalium tersebut dari kentang, pisang, jeruk, tomat, bayam, kacang almond, dan masih banyak lagi.

8. Kolin

Asupan gizi yang penting selanjutkan adalah kolin. Karena kolin memiliki peranan penting untuk perkembangan otak bayi. Akan tetapi sumber asupan kolin tidak bisa ditemukan diberbagai macam makanan. Ibu bisa mendapatkannya dari ayam, gandum, kembang kol, kuning telur, serta hati sapi.

Itulah beberapa asupan penting yang baik dan wajib untuk dipenuhi bagi seorang ibu menyusui. Karena tidak hanya bermanfaat untuk tubuh ibu, melainkan juga berperan penting untuk tubuh bayinya. Aturlah secara seimbang dalam mengkonsumsi beberapa asupan tersebut. Jaga selalu kesehatan ibu dan juga bayi anda. Jika perlu berikan suplemen atau vitamin tambahan untuk mengoptimalkan kesehatan dan perkembangan tubuh ibu dan bayi. Misalnya saja suplemen atau vitamin yang terbuat dari madu. Karena madu memiliki manfaat penting untuk tubuh ibu dan bayi.

Baca Juga : Top 10 Manfaat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

Top 10 Manfaat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

manfaat madu untuk ibu menyusui dan bayi

Madu merupakan bahan herbal alami yang sejak dulu sudah dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Madu juga aman untuk dikonsumsi oleh seorang ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk ibu hamil, madu bermanfaat untuk membantu mempermudah membuka jalan keluar bayi sehingga memperlancar proses persalinan. Sedangkan untuk ibu menyusui madu juga memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk ibunya tetapi juga untuk kesehatan bayinya. Berikut ini akan dijelaskan 10 manfaat dari madu untuk seorang ibu menyusui dan juga bayi.

Manfaat Dahsyat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

1. Memperlancar Produksi Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan sumber nutrisi pokok bagi bayi yang dilahirkan. Makanan dan minuman bayi setelah dilahirkan hanyalah ASI esklusif dari ibunya. ASI sangat membantu dalam menjaga kesehatan dan juga mengoptmalkan tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu pemberian ASI sangatlah penting. Sehingga seorang ibu menyusui harus selalu menjaga kesehatan dan mememnuhi asupan nutrisinya agar ASI keluar dengan lancar. Karena banyak ibu menyusui yang mengalami kendala pada ASI nya yang tidak lancar. Yang membuat asupan nutrisi anak menjadi berkurang.

Salah satu cara ampuh untuk melancarkan ASI adalah denga rutin mengkonsumsi madu. Madu memiliki sumber nutrisi yang banyak untuk menjaga kesehatan tubuh. Sehingga juga akan meningkatkan produksi ASI.

2. Sebagai Antibodi

Madu memang mengandung banyak senyawa antioksidan dan juga antibiotik atau antibakteri, sehingga bermanfaat untuk antibody. Dengan mengkonsumsi bayi maka daya tahan tubuh ibu dan juga anak akan meningkat. Sehingga sang ibu dan juga anak tidak akan mudah untuk terserang berbagai macam virus penyakit. Selain itu kandungan antibiotik dalam madu juga bermanfaat untuk mencegah infeksi pada ibu yang melahirkan dengan cara Caesar.

3. Membantu Pencernaan Ibu dan Bayi

Di dalam madu mengandung fruktosa yang lebih tinggi dibandingkan glukosa, sehingga memudahkan untuk dicerna oleh tubuh. Selain itu madu juga mengandung serat yang tinggi. Serat sendiri merupakan zat yang mudah dicerna dan membuat pencernaan tidak bekerja terlalu susah untuk mencerna makanan. Dengan pencernaan yang lancar bisa membuat postur tubuh menjadu lebih baik. Begitu juga dengan pencernaan bayi akan menjadi lancar dan sehat.

4. Meningkatkan Stamina Tubuh

Madu memiliki kandungan kalori yang snagat tinggi yang baik untuk meningkatkan stamina tubuh ibu menyusui. Apalagi seorang ibu menyusui membutuhkan tenaga dan stamina yang kuat dalam selama memberikan ASI kepada bayinya. Tidak hanya untuk ibunya, secara otomatis bayi juga akan mendapatkan manfaatnya. Hal ini sangat baik untuk seorang wanita karier yang sedang menyusui. Sehingga staminanya selalu terjaga meskipun harus bekerja.

5. Memulihkan Kondisi Rahim

Membutuhkan beberapa waktu untuk mengembalikan kondisi rahim semula seorang perempuan setelah mengalami masa kehamilan dan persalinan. Di sini madu memiliki manfaat baik untuk mempercepat proses pengembalian kondisi rahim ke kondisi semula. Terdapat sebuah penelitian yang mengatakan bahwa madu mengandung vitamin dan antibiotik yang mampu mempercepat proses pembersihan dan pemulihan rahim.

6. Mencukupi Kebutuhan Gizi Bayi

Seorang ibu menyusui yang rutin mengkonsumi madu, makan akan memudahkannya dalam mencukupi kebutuhan gizi anak. Kandungan vitamin, mineral, serat, karbohidrat dalam madu sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh bayi. Sehingga bayi juga tidak akan mudah terserang penyakit dan dapat tumbuh kembang secara optimal.

7. Mengobati Peradangan Pada Bayi

Radang tenggorokan sering menyerang pada bayi yang disebabkan adanya jamur. Untuk menyembuhkannya, anda bisa gunakan madu. Caranya adalah dengan mengoleskan madu yang dicampur dengan air ke bibir bayi. Dengan cara tersebut akan mempercepat penyembuhan radang tenggorokan bayi.

8. Mencegah Dehidrasi

Seorang ibu menyusui memerlukan asupan cairan tubuh yang cukup banyak. Sehingga harus banyak mengkonsumsi air dan juga makanan yang mengandung mineral. Salah satu makanan yang mengandung banyak mineral adalah madu. Denga rutin mengkonsumsi madu maka seorang ibu menyusui akan terhindar dari dehidrasi.

9. Menyehatkan Lambung dan Memperlancar Aliran Darah

Sejak zaman dahulu madu dikenal sebagi obat yang bagus untuk menyembuhkan penyakit maag atau asam lambung serta menjaga kesehatan lambung. Sehingga madu akan menjaga kesehatan lambung seorang ibu dan juga anaknya. Selain itu madu juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah dalam tubuh ibu dan juga bayi.

10. Melembutkan Lidah dan Mencegah Jamur

Jika seorang ibu menyusui rutin mengkonsumsi madu maka akan berdampak pada kualitas ASI yang meningkat, dimana bermanfaat untuk bayi yang meminumnya. Salah satu manfaatnya adalah melembutkan lidah bayi. Tidak hanya itu, madu juga bermnafaat untuk mencegah tumbuhnya jamur pada ASI yang bisa membuat radang tenggorokan pada bayi. Sehingga rutinlah untuk meminum madu bagi ibu menyusui.

Kesimpulan :

Itulah 10 manfaat dahsyat dari madu untuk tubuh seorang ibu menyusui dan juga bayinya. Sehingga sangat disarankan untuk selalu rutin mengkonsumsi madu bagi seorang ibu menyusui. Selain itu jagalah selalu kesehatan tubuh anda dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang memang baik untuk ibu menyusui terutama untuk kelancaran ASI.

Baca Juga : 11 Makanan Penting Yang Bagus Untuk Melancarkan ASI

 11 Cara Diet Ibu Menyusui Yang Sehat dan Aman

cara diet sehat dan aman untuk ibu menyusui

Kebanyakan ibu saat mengandung akan mengalami kenaikan berat badan yang menimbulkan kegemukan atau bahkan obesitas. Hal ini bisa berlanjut hingga setelah melahirakan jika tidak ditangani dengan segera. Memiliki berat badan yang berlebih merupakan salah satu masalah bagi seorang wanita. Sehingga tak jarang banyak ibu-ibu yang melakukan program diet setelah melahirkan. Akan tetapi setelah melahirkan seorang ibu masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan ASI ekslusif kepada si bayi. Dimana agar ASI berkualitas ibu harus mengkonsumsi banyak makanan yang bernutrisi. Sedangkan untuk menjalani program diet anda harus mengurangi porsi makan. Oleh sebab itu anda harus melakukan tindakan yang tepat dan aman.

Adapun tindakan awal yang sebaiknya anda lakukan sebelum melakukan program diet ibu menyusui adalah memastikan dulu kesehatan bayi. Karena ASI ekslusif sangat diperlukan untuk memenuhi asupan nutrisi dan menjaga kesehatan bayi. Hal ini perlu anda pertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Sehingga anda akan mengetahui apakah aman atau tidak untuk melakukan program diet saat masih menyusui. Dengan konsultasi ke dokter, kita juga akan mengetahui bagaimana kondisi kesehatan anak apakah nutrisinya terpenuhi atau masih kurang. Sehingga anda bisa mempertimbangkan lebih baik rencana untuk melakukan program diet ibu menyusui.

Kemudian jika dokter tidak memperbolehkan atau harus fokus dulu kepada kesehatan bayi, sebaiknya anda jangan lakukan diet tersebut. Akan tetapi jika dokter memperbolehkan untuk diet, anda bisa melakukan program diet ibu menyusui yang sehat dan aman dengan cara berikut ini :

1. Jaga Keseimbangan Asupan Nutrisi Makanan

Keseimbangan asupan nutrisi harus selalu dijaga dan diperhatikan dalam melakukan diet ibu menyusui yang sehat dan aman. Sedangkan ibu yang menyusui akan mudah dan cepat untuk merasa lapar. Ada beberapa jenis nutrisi yang harus dijaga keseimbanganya yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi tersebut mampu menjaga agar anda tidak mudah merasa lapar. Selain itu juga bisa membantu menambah berat badan anak.

2. Mengkonsusmi Sumber Lemak Yang Sehat

Lemak merupakan sumber energi untuk tubuh ibu menyusui. Dimana jenis lemak yang baik untuk program diet ibu menyusui adalah jenis lemak sehat. Untuk itu konsumsilah sumber makananan dengan jenis lemak yang sehat. Adapun sumber makanan yang mengandung lemak sehat contohnya adalah minyak canola, minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Selain itu lemak sehat juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung bayi.

3. Cukupi Asupan Cairan Tubuh

Cairan memang sangat penting  untuk selalu dipenuhi terutama pada ibu yang sedang menyusui. Hal ini dikarenakan agar terhidar dari dehidrasi yang membuat produksi ASI menjadi berkurang. Untuk mencukupi cairan anda bisa minum air putih sekita 16 gelas sehari. Air putih juga baik untuk melancarkan metabolisme tubuh dan juga digunakan sebagai program diet. Untuk program diet biasakan untuk minum air putih beberapa menit sebelum jam makan tiba. Selain air putih anda juga bisa memenuhi cairan dengan makanan seperti buah-buahan dan sayuran.

4. Konsumsilah Sayur Dengan Warna Yang Berbeda

Sayuran akan memberikan asupan vitamin dan mineral yang lengkap. Terutama untuk ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi sayuran dengan dua atau tiga warna yang berbeda setiap harinya. Dengan mengkonsumsi tiga porsi sayuran sangat bagus untuk menurunkan berat badan. Sayuran dengan warna hijau dan kuning merupakan sayuran yang baik untuk menurunkan berat badan dan menjadi cara sehat untuk program diet ibu menyusui. Contoh sayurannya adalah bayam, jagung manis, wortel, kale, brokoli, kembang kol.

5. Aturlah Jumlah Porsi Makan Anda

Ibu meyusui biasanya harus makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan ASI. Akan tetapi sebenarnya anda tidak perlu makan terlalu banyak, karena dalam setiap tubuh manusia sudah tersimpan cadangan kalori. Dimana cadangan kalori tersebut dapat memenuhi kebutuhan ASI anda. Sehingga anda bisa mengurangi porsi makan anda untuk melakukan diet. Akan tetapi dalam mengurangi porsi makan, anda harus tetap menjaga kebutuhan kalori anda. Kebutuhan kalori dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, viamin, serat, dan mineral secara seimbang.

6. Hindari Makanan Ringan dan Manis

Rasa lapar memang sering dan cepat dirasakan oleh seorang ibu yang menyusui. Sehingga saat merasa malas makan berat maka makanan ringan menjadi gantinya. Sedangakan makanan ringan ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan ibu menyusui, terutama yang rasanya manis. Selain itu makanan ringan juga sering mengandung banyak garam bahlan bahan pengawet yang tidak bak untuk kesehatan bayi. Jadi lebih baik hidari makanan ringan dan anda bisa menggantikannya dengan buah-buahan atau cemilan sehat buatan sendiri.

7. Kunyah Makanan dengan Benar

Menguyah makanan dengan cepat dan tergesa-gesa akan membuat anda cepat merasa kenyang dan juga cepat merasa lapar. Hal itu terjadi karena usus dan lambung akan bekerja lebih berat dan penyerapan nutrisinya kurang maksimal. Oleh sebab itu kunyalah makanan dengan pelan dan benar. Hal ini akan membuat kinerja usus dan lambung menjadi lebih ringan dan makanan menjadi lembut. Dimana makanan lembut nutrisinya akan mudah diserap oleh tubuh sehingga membuat perut menjadi kenyang dalam waktu lebih lama. Sehingga porsi makan anda menjadi lebih teratur dan berat badan tidak bertambah.

8. Hindari Makanan dan Minuman Yang Mengandung Pemanis Buatan

Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan adalah hal yang harus dihindari oleh seorang ibu menyusui yang dedang menjalani program diet. Karena pemanis buatan bisa menjadikan kegemukan dan meningkatkan kadar gula dan tubuh. Selain itu pemanis buatan juga bisa menghambat proses  metabolisme dalam tubuh.

9. Aktif Bergerak

Selama menyusui bukan berarti anda tidak melakukan aktifitas apapun. Anda juga harus aktif bergerak, meskipun dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ringan. Contohnya adalah menyapu, mengepel, atau membersihkan halaman. Karena dengan aktif bergerak akan membantu anda menurunkan berat badan. Gerakan – gerakan tersebut bisa menjadi kegiatan oalahraga bagi seorang ibu menyusui. Karena dengan berolahraga kesehatan tubuh menjadi lebih terjaga.

10. Makan Buah-Buahan

Mengkonsumsi buah-buahan merupakan cara alami untuk menurunkan berat badan. Aturlah jenis buah yang anda makan setiap harinya mulai dari buah dengan kadar gula yang tinggi, buah yang tinggi vitamin, buah yang mengandung antioksidan tinggi, dan buah yang mengandung banyak air. Contoh buah tersebut adalah melon, semangka, apel, jeruk, anggur, pir, dan masih banyak lagi. Selain itu dengan rutin mengkonsumsi buah juga akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh anda.

11. Atur Menu Makan dan Jam Makan Anda

Cara alami dan aman dalam melakukan program diet untuk ibu menyusui adalah dengan mengatur menu makanan dengan jam makan yang sesuai. Karena terdapat jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat waktu tertentu karena bisa menyebabkan kegemukan. Adapun penjelasannya adalah di bawah ini.

Aturan Menu Makan dan Jam Makan Yang Sesuai

aturan menu makanan untuk diet ibu menyusui

1. Sarapan Pagi (Pukul 07.00 Pagi)

Sarapan pagi sangat penting untuk mengawali aktivitas anda. Menu makanan yang baik untuk sarapan pagi contohnya adalah roti gandum dengan olesan selai kacang, roti tawar dengan taburan keju rendah lemak, dan jus buah segar.

2. Makanan Snack Menjelasng Siang (Pukul 10.00 Pagi)

Untuk memenuhi nafsu makan dan kebutuhan energi anda bisa mengkonsumsi jenis makanan snack sehat saat menjelang siang tepatnya pukul 10.00 pagi. Contoh makanannya adalah yogurt, wortel, atau buah-buahan.

3. Makan Siang ( Pukul 01.00 Siang)

Waktu makan siang yang sehat dan baik untuk diet adalah jam 01.00 siang. Adapun contoh makanan yang bisa dikonsumsi adalah makanan oalahan dari sayur-sayuran dan buah-buahan seperti apel.

4. Camilan Sehat Di Sore Hari (Pukul 04.00 Sore)

Jika anda merasa lapar disore hari, anda bisa mengkonsumsi camilan yang sehat. Contoh camilan sehatnya adalah kacang almond dan kismis.

5. Makan Malam (Pukul 07.00 Malam)

Makan malam yang baik adalah saat jam 07.00  malam. Adapaun makana yang dikonsumsi adalah makana yang rendah lemak. Contoh menu makanannya adalah Ayam bakar bagian dada dan rebusan sayur seperti bayam dan juga kentang.

6. Cemilan Makanan Malam Hari (Pukul 09.00 Malam)

Setelah makan malam anda masih bisa mengkonsumsi camilan ringan. Makanan camilan ringan yang sehat untuk malam adalah yang mengandung 100 hingga 150 kalori. Adapun contoh makanannya adalah wortel, buah aple, buah pear, buah jeruk, pisang, dan popcorn.

Itulah beberapa cara yang aman dan alami yang bisa anda lakukan untuk program diet anda selama masih menyusui. Hal  terpenting adalah anda harus selalu menjaga kesehatan tubuh anda dan bayi. Jika bayi mengalami masalah kesehatan karena anda diet, sebaiknya hentikan program diet anda. Kemudian konsultasikan ke dokter untuk mencari solusi dan cara mengatasi yang baik dan benar.