20 Pantangan Makanan Dan Aktifitas Ibu Menyusui

pantangan makanan dan aktifitas ibu menyusui

Saat anda mulai hamil kemudian melahirkan hingga menyusui sebagai ibu kita memiliki dua tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yaitu tubuh kita sendiri dan juga bayi. Saat setelah melahirkan kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan asupan nutrisi si bayi dengan memberikannya ASI ekslusif. Agar tubuh anak selalu terjaga kesehatannya dan tumbuh kembangnya optimal, kita harus meningkatkan kulitas ASI. Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Akan tetapi tidak semua makanan anda boleh konsumsi, karena ada beberapa jenis makanan yang memang tidak diperbolehkan untuk dikonsumi. Karena dapat mempengaruhi kualitas ASI anda dan menganggu kesehatan bayi. Sehingga itu menjadi hal penting yang harus diketahui oleh seorang ibu menyusui.

Selain makanan ada juga beberapa aktifitas yang juga sebaiknya tidak dilakukan oleh seorang ibu yang sedang menyusui. Karena aktivitas tersebut bisa mempengaruhi kesehatan payudara anda, mempengarhui produksi ASi, serta mengganggu proses tumbuh kembang anak. Berikut ini penjelasan mengenai makanan dan aktifitas yang menjadi pantangan untuk ibu menyusui.

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

1. Makanan Yang Pahit

Makanan yang memiliki rasa pahit seperti dau papaya, pare, atau jamu sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Karena makanan yang pahit dapat menurunkan kualitas ASI anda. ASI anda bisa berubah rasa menjadi pahit yang membuat bayi menolak untuk meminumnya. Sehingga membuat anak kekurangan asupan nutrisi akibat tidak mau menyusu ASI ibu.

2. Makanan Yang Pedas

Selain makanan yang pahit, makanan yang memiliki rasa pedas juga dapat menurunkan kualitas ASI anda. Contohnya adalah cabai, merica, jahe, dan masih banyak lagi. Jika anda mengkonsumsinya secara berlebihan dapat berpegaruh pada Hal ini dikarenakan makanan yang pedas memiliki sifat panas dan berpengaruh terhadap kondisi ASI anda. Sehingga saat memberikannya si bayi bisa mengalami gangguan pencernaan hingga iritasi dan sakit perut. Hal ini disebabakan kondisi pencernaan bayi belum sempurna.

3. Minuman Yang Berkafein

Minuman yang mengandung kafein biasanya akan membuat tubuh menjadi sulit tidur. Oleh sebab itu minuman berkafein tidak baik untuk dikonsumsi terlalu banyak oleh seorang ibu menyusui. Karena secara otomatis ASI anda juga akan mengandung kafein. Hal ini akan berdampak pada kondisi bayi. Dampaknya berupa bayi sulit tidur, sering rewel, bahkan bisa menimbulkan alergi dan juga iritasi pada lambung bayi.

4. Makanan Yang Terlalu Asam

Makanan yang bersifat asam terlalu tinggi seperi jeruk limau, nanas, tape, dan makanan lain bisa mengurangi kekentalan dari ASI. Hal ini juga akan menimbulkan rasa asam pada ASI anda dan membuat bayi menjadi tidak mau menyusu. Kandungan zat asam pada ASI bisa mengakibatkan lambung bayi teriritasi dan juga bisa terserang diare. Tetapi anda juga bisa mengkonsumsi buah yang memiliki rasa asam yang rendah seperti mangga matang dan papaya tua.

5. Makanan Yang Mengandung Tinggi Gula

Tubuh yang terlalu banyak mengkonsumsi kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan terserang penyakit diabetes. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui tidak diperbolehkan terlalu banyak mengkonsusmi makanan yang tinggi kadar gulanya. Karena akan membuat ASI anda mengandung kadar gula yang tinggi juga. Sehingga bayi juga bisa terkena diabetes dan mengalami ganguan pada pencernaannya.

6. Makanan Mengandung Gas

Makanan yang mengandung gas bisa menurunkan kekentalan ASI dan mengurangi rasa manis pada ASI sehingga membuat bayi tidak mau menyusu. Oleh karena itu makanan yang mengandung gas sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui. Adapun contoh makanan yang mengandung gas adalah kol, brokoli, paprika, dan bawang. Anda bisa menggantikan jenis makanan tersebut dengan bayam, kangkung, katuk, atau selada.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda memiliki sifat panas dan mengikat nutrisi dakam tubuh yang membuat kandungan vitamin dan nutrisi ASI menjadi berkurang. Sehingga akan berdamapak pada asupan nutrisi tubuh bayi menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya menjadi tidak optimal. Selain itu minuman bersoda juga bisa membuat ASI menjadi lebih encer. Oleh sebab seorang ibu menyusui sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman bersoda.

8. Makanan Bersantan

Semua makanan yang anda konsumsi akan berpengaruh terhadapa ASI dan juga bayi. Oleh sebab itu anda harus memperhatikan benar-benar makanan yang anda konsumsi. Santan adalah salah satu makanan yang sebaiknya anda hindari, karena santan memiliki sifat tajam yang bisa membuat lambung bayi terkena iritasi. Selain itu bisa mengakibatkan bayi menjadi gumoh, perutnya kembung, atau menangis secara terus menerus akibat merasakan tubuhnya tidak nyaman.

9. Minuman Beralkohol

Alkohol memiliki sifat panas dan mampu mengikat segala nutrisi dalam ASI yang membuat kualitas ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu hamil harus menghindari minuman yang mengandung alkohol. Karena akan berdampak juga pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Bayi bisa mengalami kejang-kejang, diare, bahkan bisa mengalami kematian jika kadungan alkohol dalam ASI terlalu banyak. Selain itu alkohol membuat pertumbuhan otak bayi menjadi terganggu.

10. Obat-Obatan

Seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumi obat-obatan, seperti obat untuk meredakan sakit kepala atau sakit lainnya. Karena zat kimia dalam obat akan mempengaruhi kualitas ASI anda. Sehingga akan berdampak tidak baik pada kesehatan bayi yang memang sensitife terhadap obat-obatan. Dampaknya bisa berupa muntah-muntah dan kejang-kejang.

11. Makanan Laut Yang Mengandung Logam

Hewan laut ternyata tidak hanya mengandung tinggi protein dan vitamin, tapi juga mengandung banyak unsur merkuri atau logam. Dimana logam memiliki sifat mengendap dan mengeritasi. Sehingga akan mengendap di payudara anda kemudian mencemari kualitas ASI. Hal tersebut bisa membuat pencernaan bayi terkena iritasi, mual-mual, bahkan diare yang membuatnya rewel akibat merasa tidak enak tubuhnya.

12. Makanan dan Minuman Yang Mengandung Mint

Kandungan mint dalam sebuah makanan atau minuman bisa menurunkan kualitas ASI secara bertahap jika anda terlalu sering mengkonsumsinya. Karena zat mint dapat mengikat dan mencemari nutrisi serta mineral pada ASI sehingga membuat rasa ASI menjadi berubah dan produksi ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung mint.

Aktivitas Yang Menjadi Pantangan Ibu Menyusui

Aktivitas Pantangan Ibu Menyusui

1. Diet Yang Tidak Seimbang

Saat mengandung hingga melahirkan kebanyakan ibu mengalami penambahan berat badan sehingga mengalami kegemukan. Hal ini membuat banyak ibu-ibu yang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan agar lebih ideal. Akan tetapi sebelum melakukan diet, sebaiknya anda memperhatikan terlebih dahulu kondisi kesehatan anda dan juga bayi. Jangan sampai akibat diet tubuh anda kekurangan asupan nutrisi yang membuat menurunnya kualitas ASI. Secara otomatis jika kualitas ASI menurun, asupan nutrisi untuk bayi juga akan berkurang. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya jangan melakukan diet keculai memang sudah berkonsultasi dengan dokter dan diijinkan untuk diet. Jika ingin diet saat menyusui, lakukanlah diet yang baik dan seimbang.

2. Memakai Bra Yang Berkawat dan Ketat

Untuk menjaga kesehatan jaringan payudara dan kelancaran ASI, sebaiknya anda tidak menggunakan bra yang berkawat dan terlalu ketat atau kecil. Karena Bra yan berkawat dan  ketat bisa membuat penekanan pada kelenjar susu dan mampu menghambat aliran ASI menjadi tidak normal. Selain it aliran darah pada sekitar payudara juga akan tersendat. Situasi tersebut jika dibiarkan terlalu lama dapat mengahmbat produksi ASI. Lebih baik gunakan Bra yang memang sudah dirancang untuk ibu menyusui.

3. Jangan Biarkan ASI tidak diminum selama 24 jam

ASI yang tidak dikeluarkan atau tidak diberikan kepada bayi jika dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan pembengkakan, pengerasan pada payudara, serta timbulnya rasa nyeri pada dada yang luar biasa. Untuk itu berikan secara rutin ASI anda ke bayi.

4. Hentikan Kebiasaan Memeras atau Menyedot ASI

Hal ini sering dilakukan para ibu-ibu yang memiliki aktivitas kerjaan sehingga tidak bisa memberikan ASI secara langsung kepada si bayi. Sehingga lebih memilih untuk menyedotnya kemudian dimasukan ke dalam botol dan disimpan di dalam lemari es untuk menghindari pembusukan dan penguraian bakteri. Begitu juga saat di kantor kebanyakan wanita sering memeras ASI nya sendiri. Hal tersebut dilakukan karena ASI tidak segera disusui dan produksinya meningkat membuat ASI keluar sendiri dan membasai pakaian dalam. Akan tetapi kedua tindakan tersebut sebaiknya dihindari oleh para ibu menyusui. Karena hal tersbut bisa menyebabkan permasalahan pada payudara anda, seperti pembengkakan, timbul rasa nyeri yang luar biasa di dada, hingga iritasi puting.

5. Meminum Sembarangan Jamu

Jangan mengkonsumsi sembarangan jenis jamu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Karena jamu bisa membuat alergi dan juga akan mempengaruhi kualitas ASI. Zat yang ada dalam jamu mampu menyerap seluruh nutrisi dalam ASI dan menyebabkan rasanya berkurang juga teksturnya menjadi lebih encer. Jadi jika ingin mengkonsumsi jamu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

6. Jangan Hanya Menggunakan Satu Susu Untuk Menyusui

Ada sebagian ibu menyusui yang hanya menggunakan satu payudaranya untuk memberikan ASI pada bayi. Sedangkan payudara satunya jarang sekali digunakan. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, karena bisa menyebabkan bentuk payudara menjadi tidak proporsional antara yang satu dengan satunya dan juga dapat menurunkan kualitas ASI. Sehingga akan berdampak juga pada berkurangnya asupan nutrisi untuk bayi.

7. Jangan Panik Saat bayi Tidak Mau Makan

Saat melihat bayi tidak mau makan ataupun susah makan pasti membuat khawatir dan panik semua orang tua, terutama seorang ibu. Mereka khawatir jika tubuh bayi akan mengalami kekurangan gizi atau nutrisi. Akan tetapi sebenarnya kita tidak perlu khawatir dan terlalu panik mengahadapi hal ini, cukuplah berikan ASI secara rutin. Karena selama bayi masih mendapatkan ASI ekslusif asupan gizi tubuh bayi masih bisa terpenuhi. ASI memiliki kandungan gizi dan vitamin yang melebihi jenis vitamin apapun.

8. Jangan Mengkonsumsi Suplemen atau Vitamin Secara Berlebihan

Seorang ibu menyusui sebaiknya jangan berlebihan dalam mengkonsumsi suplemen atau vitamin. Karena biasanya dalam vitamin terdapat bahan pengawet yang dapat menurunkan kadar imun ASI dan tekstur kekentalan ASI. Sehingga dapat memberikan dampak pada bayi yang menjadi tidak mau menyusu lagi. Akan tetapi anda masih bisa mengkonsumsi suplemen atau vitamin yang memang tidak mengandung zat kimia dan tidak memiliki efek samping. Selain itu yang lebih utama adalah konsultasikan dulu ke dokter.

Itulah penjelasan tentang makanan dan aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh seorang ibu yang menyusui. Hal yang paling penting adalah selalu jaga kesehatan tubuh anda dan juga bayi dengan mengkonsumi makanan yang benutrisi yang baik untuk seorang ibu menyusui. Selalu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika ada suatu masalah atau ingin melakukan sesuatu yang menyangkut kesehatan. Semoga setelah membaca artikel ini anda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisa diterapakan dalam hidup anda.

 

 

 11 Cara Diet Ibu Menyusui Yang Sehat dan Aman

cara diet sehat dan aman untuk ibu menyusui

Kebanyakan ibu saat mengandung akan mengalami kenaikan berat badan yang menimbulkan kegemukan atau bahkan obesitas. Hal ini bisa berlanjut hingga setelah melahirakan jika tidak ditangani dengan segera. Memiliki berat badan yang berlebih merupakan salah satu masalah bagi seorang wanita. Sehingga tak jarang banyak ibu-ibu yang melakukan program diet setelah melahirkan. Akan tetapi setelah melahirkan seorang ibu masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan ASI ekslusif kepada si bayi. Dimana agar ASI berkualitas ibu harus mengkonsumsi banyak makanan yang bernutrisi. Sedangkan untuk menjalani program diet anda harus mengurangi porsi makan. Oleh sebab itu anda harus melakukan tindakan yang tepat dan aman.

Adapun tindakan awal yang sebaiknya anda lakukan sebelum melakukan program diet ibu menyusui adalah memastikan dulu kesehatan bayi. Karena ASI ekslusif sangat diperlukan untuk memenuhi asupan nutrisi dan menjaga kesehatan bayi. Hal ini perlu anda pertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Sehingga anda akan mengetahui apakah aman atau tidak untuk melakukan program diet saat masih menyusui. Dengan konsultasi ke dokter, kita juga akan mengetahui bagaimana kondisi kesehatan anak apakah nutrisinya terpenuhi atau masih kurang. Sehingga anda bisa mempertimbangkan lebih baik rencana untuk melakukan program diet ibu menyusui.

Kemudian jika dokter tidak memperbolehkan atau harus fokus dulu kepada kesehatan bayi, sebaiknya anda jangan lakukan diet tersebut. Akan tetapi jika dokter memperbolehkan untuk diet, anda bisa melakukan program diet ibu menyusui yang sehat dan aman dengan cara berikut ini :

1. Jaga Keseimbangan Asupan Nutrisi Makanan

Keseimbangan asupan nutrisi harus selalu dijaga dan diperhatikan dalam melakukan diet ibu menyusui yang sehat dan aman. Sedangkan ibu yang menyusui akan mudah dan cepat untuk merasa lapar. Ada beberapa jenis nutrisi yang harus dijaga keseimbanganya yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi tersebut mampu menjaga agar anda tidak mudah merasa lapar. Selain itu juga bisa membantu menambah berat badan anak.

2. Mengkonsusmi Sumber Lemak Yang Sehat

Lemak merupakan sumber energi untuk tubuh ibu menyusui. Dimana jenis lemak yang baik untuk program diet ibu menyusui adalah jenis lemak sehat. Untuk itu konsumsilah sumber makananan dengan jenis lemak yang sehat. Adapun sumber makanan yang mengandung lemak sehat contohnya adalah minyak canola, minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Selain itu lemak sehat juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung bayi.

3. Cukupi Asupan Cairan Tubuh

Cairan memang sangat penting  untuk selalu dipenuhi terutama pada ibu yang sedang menyusui. Hal ini dikarenakan agar terhidar dari dehidrasi yang membuat produksi ASI menjadi berkurang. Untuk mencukupi cairan anda bisa minum air putih sekita 16 gelas sehari. Air putih juga baik untuk melancarkan metabolisme tubuh dan juga digunakan sebagai program diet. Untuk program diet biasakan untuk minum air putih beberapa menit sebelum jam makan tiba. Selain air putih anda juga bisa memenuhi cairan dengan makanan seperti buah-buahan dan sayuran.

4. Konsumsilah Sayur Dengan Warna Yang Berbeda

Sayuran akan memberikan asupan vitamin dan mineral yang lengkap. Terutama untuk ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi sayuran dengan dua atau tiga warna yang berbeda setiap harinya. Dengan mengkonsumsi tiga porsi sayuran sangat bagus untuk menurunkan berat badan. Sayuran dengan warna hijau dan kuning merupakan sayuran yang baik untuk menurunkan berat badan dan menjadi cara sehat untuk program diet ibu menyusui. Contoh sayurannya adalah bayam, jagung manis, wortel, kale, brokoli, kembang kol.

5. Aturlah Jumlah Porsi Makan Anda

Ibu meyusui biasanya harus makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan ASI. Akan tetapi sebenarnya anda tidak perlu makan terlalu banyak, karena dalam setiap tubuh manusia sudah tersimpan cadangan kalori. Dimana cadangan kalori tersebut dapat memenuhi kebutuhan ASI anda. Sehingga anda bisa mengurangi porsi makan anda untuk melakukan diet. Akan tetapi dalam mengurangi porsi makan, anda harus tetap menjaga kebutuhan kalori anda. Kebutuhan kalori dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, viamin, serat, dan mineral secara seimbang.

6. Hindari Makanan Ringan dan Manis

Rasa lapar memang sering dan cepat dirasakan oleh seorang ibu yang menyusui. Sehingga saat merasa malas makan berat maka makanan ringan menjadi gantinya. Sedangakan makanan ringan ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan ibu menyusui, terutama yang rasanya manis. Selain itu makanan ringan juga sering mengandung banyak garam bahlan bahan pengawet yang tidak bak untuk kesehatan bayi. Jadi lebih baik hidari makanan ringan dan anda bisa menggantikannya dengan buah-buahan atau cemilan sehat buatan sendiri.

7. Kunyah Makanan dengan Benar

Menguyah makanan dengan cepat dan tergesa-gesa akan membuat anda cepat merasa kenyang dan juga cepat merasa lapar. Hal itu terjadi karena usus dan lambung akan bekerja lebih berat dan penyerapan nutrisinya kurang maksimal. Oleh sebab itu kunyalah makanan dengan pelan dan benar. Hal ini akan membuat kinerja usus dan lambung menjadi lebih ringan dan makanan menjadi lembut. Dimana makanan lembut nutrisinya akan mudah diserap oleh tubuh sehingga membuat perut menjadi kenyang dalam waktu lebih lama. Sehingga porsi makan anda menjadi lebih teratur dan berat badan tidak bertambah.

8. Hindari Makanan dan Minuman Yang Mengandung Pemanis Buatan

Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan adalah hal yang harus dihindari oleh seorang ibu menyusui yang dedang menjalani program diet. Karena pemanis buatan bisa menjadikan kegemukan dan meningkatkan kadar gula dan tubuh. Selain itu pemanis buatan juga bisa menghambat proses  metabolisme dalam tubuh.

9. Aktif Bergerak

Selama menyusui bukan berarti anda tidak melakukan aktifitas apapun. Anda juga harus aktif bergerak, meskipun dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ringan. Contohnya adalah menyapu, mengepel, atau membersihkan halaman. Karena dengan aktif bergerak akan membantu anda menurunkan berat badan. Gerakan – gerakan tersebut bisa menjadi kegiatan oalahraga bagi seorang ibu menyusui. Karena dengan berolahraga kesehatan tubuh menjadi lebih terjaga.

10. Makan Buah-Buahan

Mengkonsumsi buah-buahan merupakan cara alami untuk menurunkan berat badan. Aturlah jenis buah yang anda makan setiap harinya mulai dari buah dengan kadar gula yang tinggi, buah yang tinggi vitamin, buah yang mengandung antioksidan tinggi, dan buah yang mengandung banyak air. Contoh buah tersebut adalah melon, semangka, apel, jeruk, anggur, pir, dan masih banyak lagi. Selain itu dengan rutin mengkonsumsi buah juga akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh anda.

11. Atur Menu Makan dan Jam Makan Anda

Cara alami dan aman dalam melakukan program diet untuk ibu menyusui adalah dengan mengatur menu makanan dengan jam makan yang sesuai. Karena terdapat jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat waktu tertentu karena bisa menyebabkan kegemukan. Adapun penjelasannya adalah di bawah ini.

Aturan Menu Makan dan Jam Makan Yang Sesuai

aturan menu makanan untuk diet ibu menyusui

1. Sarapan Pagi (Pukul 07.00 Pagi)

Sarapan pagi sangat penting untuk mengawali aktivitas anda. Menu makanan yang baik untuk sarapan pagi contohnya adalah roti gandum dengan olesan selai kacang, roti tawar dengan taburan keju rendah lemak, dan jus buah segar.

2. Makanan Snack Menjelasng Siang (Pukul 10.00 Pagi)

Untuk memenuhi nafsu makan dan kebutuhan energi anda bisa mengkonsumsi jenis makanan snack sehat saat menjelang siang tepatnya pukul 10.00 pagi. Contoh makanannya adalah yogurt, wortel, atau buah-buahan.

3. Makan Siang ( Pukul 01.00 Siang)

Waktu makan siang yang sehat dan baik untuk diet adalah jam 01.00 siang. Adapun contoh makanan yang bisa dikonsumsi adalah makanan oalahan dari sayur-sayuran dan buah-buahan seperti apel.

4. Camilan Sehat Di Sore Hari (Pukul 04.00 Sore)

Jika anda merasa lapar disore hari, anda bisa mengkonsumsi camilan yang sehat. Contoh camilan sehatnya adalah kacang almond dan kismis.

5. Makan Malam (Pukul 07.00 Malam)

Makan malam yang baik adalah saat jam 07.00  malam. Adapaun makana yang dikonsumsi adalah makana yang rendah lemak. Contoh menu makanannya adalah Ayam bakar bagian dada dan rebusan sayur seperti bayam dan juga kentang.

6. Cemilan Makanan Malam Hari (Pukul 09.00 Malam)

Setelah makan malam anda masih bisa mengkonsumsi camilan ringan. Makanan camilan ringan yang sehat untuk malam adalah yang mengandung 100 hingga 150 kalori. Adapun contoh makanannya adalah wortel, buah aple, buah pear, buah jeruk, pisang, dan popcorn.

Itulah beberapa cara yang aman dan alami yang bisa anda lakukan untuk program diet anda selama masih menyusui. Hal  terpenting adalah anda harus selalu menjaga kesehatan tubuh anda dan bayi. Jika bayi mengalami masalah kesehatan karena anda diet, sebaiknya hentikan program diet anda. Kemudian konsultasikan ke dokter untuk mencari solusi dan cara mengatasi yang baik dan benar.