Top 10 Manfaat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

manfaat madu untuk ibu menyusui dan bayi

Madu merupakan bahan herbal alami yang sejak dulu sudah dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Madu juga aman untuk dikonsumsi oleh seorang ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk ibu hamil, madu bermanfaat untuk membantu mempermudah membuka jalan keluar bayi sehingga memperlancar proses persalinan. Sedangkan untuk ibu menyusui madu juga memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk ibunya tetapi juga untuk kesehatan bayinya. Berikut ini akan dijelaskan 10 manfaat dari madu untuk seorang ibu menyusui dan juga bayi.

Manfaat Dahsyat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

1. Memperlancar Produksi Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan sumber nutrisi pokok bagi bayi yang dilahirkan. Makanan dan minuman bayi setelah dilahirkan hanyalah ASI esklusif dari ibunya. ASI sangat membantu dalam menjaga kesehatan dan juga mengoptmalkan tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu pemberian ASI sangatlah penting. Sehingga seorang ibu menyusui harus selalu menjaga kesehatan dan mememnuhi asupan nutrisinya agar ASI keluar dengan lancar. Karena banyak ibu menyusui yang mengalami kendala pada ASI nya yang tidak lancar. Yang membuat asupan nutrisi anak menjadi berkurang.

Salah satu cara ampuh untuk melancarkan ASI adalah denga rutin mengkonsumsi madu. Madu memiliki sumber nutrisi yang banyak untuk menjaga kesehatan tubuh. Sehingga juga akan meningkatkan produksi ASI.

2. Sebagai Antibodi

Madu memang mengandung banyak senyawa antioksidan dan juga antibiotik atau antibakteri, sehingga bermanfaat untuk antibody. Dengan mengkonsumsi bayi maka daya tahan tubuh ibu dan juga anak akan meningkat. Sehingga sang ibu dan juga anak tidak akan mudah untuk terserang berbagai macam virus penyakit. Selain itu kandungan antibiotik dalam madu juga bermanfaat untuk mencegah infeksi pada ibu yang melahirkan dengan cara Caesar.

3. Membantu Pencernaan Ibu dan Bayi

Di dalam madu mengandung fruktosa yang lebih tinggi dibandingkan glukosa, sehingga memudahkan untuk dicerna oleh tubuh. Selain itu madu juga mengandung serat yang tinggi. Serat sendiri merupakan zat yang mudah dicerna dan membuat pencernaan tidak bekerja terlalu susah untuk mencerna makanan. Dengan pencernaan yang lancar bisa membuat postur tubuh menjadu lebih baik. Begitu juga dengan pencernaan bayi akan menjadi lancar dan sehat.

4. Meningkatkan Stamina Tubuh

Madu memiliki kandungan kalori yang snagat tinggi yang baik untuk meningkatkan stamina tubuh ibu menyusui. Apalagi seorang ibu menyusui membutuhkan tenaga dan stamina yang kuat dalam selama memberikan ASI kepada bayinya. Tidak hanya untuk ibunya, secara otomatis bayi juga akan mendapatkan manfaatnya. Hal ini sangat baik untuk seorang wanita karier yang sedang menyusui. Sehingga staminanya selalu terjaga meskipun harus bekerja.

5. Memulihkan Kondisi Rahim

Membutuhkan beberapa waktu untuk mengembalikan kondisi rahim semula seorang perempuan setelah mengalami masa kehamilan dan persalinan. Di sini madu memiliki manfaat baik untuk mempercepat proses pengembalian kondisi rahim ke kondisi semula. Terdapat sebuah penelitian yang mengatakan bahwa madu mengandung vitamin dan antibiotik yang mampu mempercepat proses pembersihan dan pemulihan rahim.

6. Mencukupi Kebutuhan Gizi Bayi

Seorang ibu menyusui yang rutin mengkonsumi madu, makan akan memudahkannya dalam mencukupi kebutuhan gizi anak. Kandungan vitamin, mineral, serat, karbohidrat dalam madu sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh bayi. Sehingga bayi juga tidak akan mudah terserang penyakit dan dapat tumbuh kembang secara optimal.

7. Mengobati Peradangan Pada Bayi

Radang tenggorokan sering menyerang pada bayi yang disebabkan adanya jamur. Untuk menyembuhkannya, anda bisa gunakan madu. Caranya adalah dengan mengoleskan madu yang dicampur dengan air ke bibir bayi. Dengan cara tersebut akan mempercepat penyembuhan radang tenggorokan bayi.

8. Mencegah Dehidrasi

Seorang ibu menyusui memerlukan asupan cairan tubuh yang cukup banyak. Sehingga harus banyak mengkonsumsi air dan juga makanan yang mengandung mineral. Salah satu makanan yang mengandung banyak mineral adalah madu. Denga rutin mengkonsumsi madu maka seorang ibu menyusui akan terhindar dari dehidrasi.

9. Menyehatkan Lambung dan Memperlancar Aliran Darah

Sejak zaman dahulu madu dikenal sebagi obat yang bagus untuk menyembuhkan penyakit maag atau asam lambung serta menjaga kesehatan lambung. Sehingga madu akan menjaga kesehatan lambung seorang ibu dan juga anaknya. Selain itu madu juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah dalam tubuh ibu dan juga bayi.

10. Melembutkan Lidah dan Mencegah Jamur

Jika seorang ibu menyusui rutin mengkonsumsi madu maka akan berdampak pada kualitas ASI yang meningkat, dimana bermanfaat untuk bayi yang meminumnya. Salah satu manfaatnya adalah melembutkan lidah bayi. Tidak hanya itu, madu juga bermnafaat untuk mencegah tumbuhnya jamur pada ASI yang bisa membuat radang tenggorokan pada bayi. Sehingga rutinlah untuk meminum madu bagi ibu menyusui.

Kesimpulan :

Itulah 10 manfaat dahsyat dari madu untuk tubuh seorang ibu menyusui dan juga bayinya. Sehingga sangat disarankan untuk selalu rutin mengkonsumsi madu bagi seorang ibu menyusui. Selain itu jagalah selalu kesehatan tubuh anda dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang memang baik untuk ibu menyusui terutama untuk kelancaran ASI.

Baca Juga : 11 Makanan Penting Yang Bagus Untuk Melancarkan ASI

20 Pantangan Makanan Dan Aktifitas Ibu Menyusui

pantangan makanan dan aktifitas ibu menyusui

Saat anda mulai hamil kemudian melahirkan hingga menyusui sebagai ibu kita memiliki dua tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yaitu tubuh kita sendiri dan juga bayi. Saat setelah melahirkan kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan asupan nutrisi si bayi dengan memberikannya ASI ekslusif. Agar tubuh anak selalu terjaga kesehatannya dan tumbuh kembangnya optimal, kita harus meningkatkan kulitas ASI. Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Akan tetapi tidak semua makanan anda boleh konsumsi, karena ada beberapa jenis makanan yang memang tidak diperbolehkan untuk dikonsumi. Karena dapat mempengaruhi kualitas ASI anda dan menganggu kesehatan bayi. Sehingga itu menjadi hal penting yang harus diketahui oleh seorang ibu menyusui.

Selain makanan ada juga beberapa aktifitas yang juga sebaiknya tidak dilakukan oleh seorang ibu yang sedang menyusui. Karena aktivitas tersebut bisa mempengaruhi kesehatan payudara anda, mempengarhui produksi ASi, serta mengganggu proses tumbuh kembang anak. Berikut ini penjelasan mengenai makanan dan aktifitas yang menjadi pantangan untuk ibu menyusui.

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

1. Makanan Yang Pahit

Makanan yang memiliki rasa pahit seperti dau papaya, pare, atau jamu sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Karena makanan yang pahit dapat menurunkan kualitas ASI anda. ASI anda bisa berubah rasa menjadi pahit yang membuat bayi menolak untuk meminumnya. Sehingga membuat anak kekurangan asupan nutrisi akibat tidak mau menyusu ASI ibu.

2. Makanan Yang Pedas

Selain makanan yang pahit, makanan yang memiliki rasa pedas juga dapat menurunkan kualitas ASI anda. Contohnya adalah cabai, merica, jahe, dan masih banyak lagi. Jika anda mengkonsumsinya secara berlebihan dapat berpegaruh pada Hal ini dikarenakan makanan yang pedas memiliki sifat panas dan berpengaruh terhadap kondisi ASI anda. Sehingga saat memberikannya si bayi bisa mengalami gangguan pencernaan hingga iritasi dan sakit perut. Hal ini disebabakan kondisi pencernaan bayi belum sempurna.

3. Minuman Yang Berkafein

Minuman yang mengandung kafein biasanya akan membuat tubuh menjadi sulit tidur. Oleh sebab itu minuman berkafein tidak baik untuk dikonsumsi terlalu banyak oleh seorang ibu menyusui. Karena secara otomatis ASI anda juga akan mengandung kafein. Hal ini akan berdampak pada kondisi bayi. Dampaknya berupa bayi sulit tidur, sering rewel, bahkan bisa menimbulkan alergi dan juga iritasi pada lambung bayi.

4. Makanan Yang Terlalu Asam

Makanan yang bersifat asam terlalu tinggi seperi jeruk limau, nanas, tape, dan makanan lain bisa mengurangi kekentalan dari ASI. Hal ini juga akan menimbulkan rasa asam pada ASI anda dan membuat bayi menjadi tidak mau menyusu. Kandungan zat asam pada ASI bisa mengakibatkan lambung bayi teriritasi dan juga bisa terserang diare. Tetapi anda juga bisa mengkonsumsi buah yang memiliki rasa asam yang rendah seperti mangga matang dan papaya tua.

5. Makanan Yang Mengandung Tinggi Gula

Tubuh yang terlalu banyak mengkonsumsi kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan terserang penyakit diabetes. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui tidak diperbolehkan terlalu banyak mengkonsusmi makanan yang tinggi kadar gulanya. Karena akan membuat ASI anda mengandung kadar gula yang tinggi juga. Sehingga bayi juga bisa terkena diabetes dan mengalami ganguan pada pencernaannya.

6. Makanan Mengandung Gas

Makanan yang mengandung gas bisa menurunkan kekentalan ASI dan mengurangi rasa manis pada ASI sehingga membuat bayi tidak mau menyusu. Oleh karena itu makanan yang mengandung gas sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui. Adapun contoh makanan yang mengandung gas adalah kol, brokoli, paprika, dan bawang. Anda bisa menggantikan jenis makanan tersebut dengan bayam, kangkung, katuk, atau selada.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda memiliki sifat panas dan mengikat nutrisi dakam tubuh yang membuat kandungan vitamin dan nutrisi ASI menjadi berkurang. Sehingga akan berdamapak pada asupan nutrisi tubuh bayi menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya menjadi tidak optimal. Selain itu minuman bersoda juga bisa membuat ASI menjadi lebih encer. Oleh sebab seorang ibu menyusui sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman bersoda.

8. Makanan Bersantan

Semua makanan yang anda konsumsi akan berpengaruh terhadapa ASI dan juga bayi. Oleh sebab itu anda harus memperhatikan benar-benar makanan yang anda konsumsi. Santan adalah salah satu makanan yang sebaiknya anda hindari, karena santan memiliki sifat tajam yang bisa membuat lambung bayi terkena iritasi. Selain itu bisa mengakibatkan bayi menjadi gumoh, perutnya kembung, atau menangis secara terus menerus akibat merasakan tubuhnya tidak nyaman.

9. Minuman Beralkohol

Alkohol memiliki sifat panas dan mampu mengikat segala nutrisi dalam ASI yang membuat kualitas ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu hamil harus menghindari minuman yang mengandung alkohol. Karena akan berdampak juga pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Bayi bisa mengalami kejang-kejang, diare, bahkan bisa mengalami kematian jika kadungan alkohol dalam ASI terlalu banyak. Selain itu alkohol membuat pertumbuhan otak bayi menjadi terganggu.

10. Obat-Obatan

Seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumi obat-obatan, seperti obat untuk meredakan sakit kepala atau sakit lainnya. Karena zat kimia dalam obat akan mempengaruhi kualitas ASI anda. Sehingga akan berdampak tidak baik pada kesehatan bayi yang memang sensitife terhadap obat-obatan. Dampaknya bisa berupa muntah-muntah dan kejang-kejang.

11. Makanan Laut Yang Mengandung Logam

Hewan laut ternyata tidak hanya mengandung tinggi protein dan vitamin, tapi juga mengandung banyak unsur merkuri atau logam. Dimana logam memiliki sifat mengendap dan mengeritasi. Sehingga akan mengendap di payudara anda kemudian mencemari kualitas ASI. Hal tersebut bisa membuat pencernaan bayi terkena iritasi, mual-mual, bahkan diare yang membuatnya rewel akibat merasa tidak enak tubuhnya.

12. Makanan dan Minuman Yang Mengandung Mint

Kandungan mint dalam sebuah makanan atau minuman bisa menurunkan kualitas ASI secara bertahap jika anda terlalu sering mengkonsumsinya. Karena zat mint dapat mengikat dan mencemari nutrisi serta mineral pada ASI sehingga membuat rasa ASI menjadi berubah dan produksi ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung mint.

Aktivitas Yang Menjadi Pantangan Ibu Menyusui

Aktivitas Pantangan Ibu Menyusui

1. Diet Yang Tidak Seimbang

Saat mengandung hingga melahirkan kebanyakan ibu mengalami penambahan berat badan sehingga mengalami kegemukan. Hal ini membuat banyak ibu-ibu yang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan agar lebih ideal. Akan tetapi sebelum melakukan diet, sebaiknya anda memperhatikan terlebih dahulu kondisi kesehatan anda dan juga bayi. Jangan sampai akibat diet tubuh anda kekurangan asupan nutrisi yang membuat menurunnya kualitas ASI. Secara otomatis jika kualitas ASI menurun, asupan nutrisi untuk bayi juga akan berkurang. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya jangan melakukan diet keculai memang sudah berkonsultasi dengan dokter dan diijinkan untuk diet. Jika ingin diet saat menyusui, lakukanlah diet yang baik dan seimbang.

2. Memakai Bra Yang Berkawat dan Ketat

Untuk menjaga kesehatan jaringan payudara dan kelancaran ASI, sebaiknya anda tidak menggunakan bra yang berkawat dan terlalu ketat atau kecil. Karena Bra yan berkawat dan  ketat bisa membuat penekanan pada kelenjar susu dan mampu menghambat aliran ASI menjadi tidak normal. Selain it aliran darah pada sekitar payudara juga akan tersendat. Situasi tersebut jika dibiarkan terlalu lama dapat mengahmbat produksi ASI. Lebih baik gunakan Bra yang memang sudah dirancang untuk ibu menyusui.

3. Jangan Biarkan ASI tidak diminum selama 24 jam

ASI yang tidak dikeluarkan atau tidak diberikan kepada bayi jika dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan pembengkakan, pengerasan pada payudara, serta timbulnya rasa nyeri pada dada yang luar biasa. Untuk itu berikan secara rutin ASI anda ke bayi.

4. Hentikan Kebiasaan Memeras atau Menyedot ASI

Hal ini sering dilakukan para ibu-ibu yang memiliki aktivitas kerjaan sehingga tidak bisa memberikan ASI secara langsung kepada si bayi. Sehingga lebih memilih untuk menyedotnya kemudian dimasukan ke dalam botol dan disimpan di dalam lemari es untuk menghindari pembusukan dan penguraian bakteri. Begitu juga saat di kantor kebanyakan wanita sering memeras ASI nya sendiri. Hal tersebut dilakukan karena ASI tidak segera disusui dan produksinya meningkat membuat ASI keluar sendiri dan membasai pakaian dalam. Akan tetapi kedua tindakan tersebut sebaiknya dihindari oleh para ibu menyusui. Karena hal tersbut bisa menyebabkan permasalahan pada payudara anda, seperti pembengkakan, timbul rasa nyeri yang luar biasa di dada, hingga iritasi puting.

5. Meminum Sembarangan Jamu

Jangan mengkonsumsi sembarangan jenis jamu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Karena jamu bisa membuat alergi dan juga akan mempengaruhi kualitas ASI. Zat yang ada dalam jamu mampu menyerap seluruh nutrisi dalam ASI dan menyebabkan rasanya berkurang juga teksturnya menjadi lebih encer. Jadi jika ingin mengkonsumsi jamu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

6. Jangan Hanya Menggunakan Satu Susu Untuk Menyusui

Ada sebagian ibu menyusui yang hanya menggunakan satu payudaranya untuk memberikan ASI pada bayi. Sedangkan payudara satunya jarang sekali digunakan. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, karena bisa menyebabkan bentuk payudara menjadi tidak proporsional antara yang satu dengan satunya dan juga dapat menurunkan kualitas ASI. Sehingga akan berdampak juga pada berkurangnya asupan nutrisi untuk bayi.

7. Jangan Panik Saat bayi Tidak Mau Makan

Saat melihat bayi tidak mau makan ataupun susah makan pasti membuat khawatir dan panik semua orang tua, terutama seorang ibu. Mereka khawatir jika tubuh bayi akan mengalami kekurangan gizi atau nutrisi. Akan tetapi sebenarnya kita tidak perlu khawatir dan terlalu panik mengahadapi hal ini, cukuplah berikan ASI secara rutin. Karena selama bayi masih mendapatkan ASI ekslusif asupan gizi tubuh bayi masih bisa terpenuhi. ASI memiliki kandungan gizi dan vitamin yang melebihi jenis vitamin apapun.

8. Jangan Mengkonsumsi Suplemen atau Vitamin Secara Berlebihan

Seorang ibu menyusui sebaiknya jangan berlebihan dalam mengkonsumsi suplemen atau vitamin. Karena biasanya dalam vitamin terdapat bahan pengawet yang dapat menurunkan kadar imun ASI dan tekstur kekentalan ASI. Sehingga dapat memberikan dampak pada bayi yang menjadi tidak mau menyusu lagi. Akan tetapi anda masih bisa mengkonsumsi suplemen atau vitamin yang memang tidak mengandung zat kimia dan tidak memiliki efek samping. Selain itu yang lebih utama adalah konsultasikan dulu ke dokter.

Itulah penjelasan tentang makanan dan aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh seorang ibu yang menyusui. Hal yang paling penting adalah selalu jaga kesehatan tubuh anda dan juga bayi dengan mengkonsumi makanan yang benutrisi yang baik untuk seorang ibu menyusui. Selalu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika ada suatu masalah atau ingin melakukan sesuatu yang menyangkut kesehatan. Semoga setelah membaca artikel ini anda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisa diterapakan dalam hidup anda.

 

 

Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Ibu Menyusui

Menyusui adalah memberikan ASI ekslusif kepada anak yang memang menjadi tanggung jawab seorang ibu setelah melahirkan. ASI ekslusif dari seorang ibu sangatlah penting untuk kesehatan anak. Sumber nutrisi dari ASI bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Selain itu kita juga bisa menjalin kedakatan yang baik dengan anak. Dalam menyusui ada cara dan tekniknya tersendiri, sehingga untuk anda yang sedang menyusui harus mengetahui cara dan teknik menyusui yang baik dan benar. Ada bebarapa hal yang harus diperhatikan saat menyusui agar baik dan benar mulai dari waktu, peletakan dan posisi ibu dan bayi saat menyusui yang benar. Disini kami akan menjelaskan beberapa hal penting dalam menyusui anak yang baik dan benar. Berikut penjelasannya :

A. Jadwal Menyusui yang Benar

Dalam memberikan ASI ekslusif juga harus memperhatikan waktu-waktu yang baik untuk menyusui anak. Berikut ini jadwal menyusui yang bisa anda terapkan :

  1. Saat bayi baru lahir beberapa hari dianjurkan untuk menyusui setiap 2 jam sekali.
  2. Untuk minggu pertama, bayi memerlukan ASI setiap 2,5 – 3 jam sekali.
  3. Ketika sudah menjelang akhir minggu ke enam, bayi memerlukan ASI setiap 4 jam sekali.
  4. Jika anak sudah berusia 10-12 bulan, sebagian besar anak sudah tidak perlu disusui saat malam hari, karena mereka menghabiskan waktunya untuk tidur.

B. Tanda-Tanda Bayi Mulai Lapar

Sumber makanan saat anak masih bayi adalah hanya ASI ekslusif dari Ibunya. Sehingga jika bayi mulai lapar hanya ASI yang bisa kita berikan untuknya. Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukan bahwa bayi mulai lapar dan anda harus mengetahuinya. Berikut tanda-tandanya :

  1. Saat tidur anak akan mulai terbangun
  2. Selanjutnya Anak mulai mengeluarakn suara-suara pelan.
  3. Kemudian dia mulai membuka mulutnya dan menggelengkan kepalanya mencari-cari susu ibunya.
  4. Mengeluarkan lidah dan menjilat-jilat bibirnya
  5. Memasukan tangannya ke mulut
  6. Dan tanda yang paling akhir adalah anak akan menangis mulai dari pelan hingga semakin kencang.

C. Posisi Menyusui Bayi Yang Benar

Posisi saat menyusui juga harus diperhatikan dengan benar agar anak nyaman saat meminumnya. Adapun posisinya adalah sebagai berikut :

  1. Posisi kepala dan badan bayi pada satu garis lurus
  2. Kemudian hadapkan wajah bayi di depan payudara anda dan hidungnya berada di depan putting
  3. Dekap badan bayi hingga menempel pada ibu. Jika dengan posisi tidur sebaiknya perut bayi menempel dengan perut ibu.
  4. Topang seluruh badan bayi menggunakan tangan anda.
  5. Setelah itu tempelkan dagu bayi pada payudara
  6. Kepala bayi agak mengadah

D. Tanda-Tanda Posisi Bayi Sudah Benar Saat Menyusu

Kita bisa melihat beberapa indikator atau tanda bahwa bayi sudah pada posisi yang benar saat menyusu Berikut ini tanda-tandanya :

  1. Bayi terlihat tenang dan nyaman
  2. Bayi terlihat dapat menghisap kuat susunya dengan irama perlahan
  3. Putting susu anda tidak terasa nyeri
  4. Bayi tidak menangis
  5. Bayi tidak terlihat kesusahan saat minum
  6. Tidak terjadi gumoh pada bayi

E. Tanda-Tanda Anak Sudah Kenyang Saat Menyusu

Bayi akan menunjukan tanda-tanda bahwa dia sudah kenyang saat menyusu. Berikut tanda-tandanya :

  1. Anak mulai mengantuk
  2. Tubuhnya terlihat relaks dan tangannya yang saat lapar mengepal sekarang sudah terbuka
  3. Dengan sendirinya bayi akan melepaskan payudara
  4. Bayai juga akan tertidur sampau dia merasa lapar lagi

F. Tanda-Tanda Bayi Sudah Mendapatkan ASI Yang Cukup

Sebagai ibu kita harus mampu mencukupi kebutuhan ASI bayi untuk menjaga kesehatan anak dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sehingga ibu harus mengetahui tanda-tanda bahwa anak sudah mendapatkan ASI yang cukup. Berikut penjelasannya :

  1. Setelah menyusu bayi akan terlihat kenyang dan puas
  2. Berat badan bayi akan bertambah
  3. Puting dan payudara ibu tidak akan terluka atau lecet
  4. Bayi akan mulai buang air kecil dan buang air besar dengan warna yang kuning

G. Cara Membangunkan Bayi Saat Tidur Untuk Menyusu

Untuk menjaga agar asupan ASI selalu terpenuhi maka saat bayi sedang tidur sebaiknya bangunkanlah dia. Lakukan dengan cara yang benar saat membangunkan anak untuk menyusu :

  1. Buka selimutnya
  2. Berikan sedikit gangguan pada bibir anak dengan menempelkan putingnya
  3. Oleskan sedikit ASI anda pada bibir bayi
  4. Bukalah pakaiannya dan biarkan hanya menggunakan popok saja

H. Cara Menjaga Kondisi Payudara Dan Puting

Payudara dan puting juga penting untuk selalu dijaga kondisinya. Karena hal itu akan memperngaruhi pengeluaran air susu untuk mencukupi asupan bayi. Selain itu juga bertujuan agar puting susu tidak mudah lecet. Hal ini sangat penting diterapka untuk ibu yang baru menyusui. Berikut caranya :

  1. Perahlah ASI jika payudara anda terasa kecang dan bayi belum ingin menyusu
  2. Kompres dengan air hangat sebelum menyusui dan menggunakan air dingin setelah menyusui jika payudara membengkak
  3. Susui bayi sesering mungkin
  4. Jaga kesehatan tubuh ibu

I. Cara Menjaga Kesehatan Ibu Menyusui

Kesehatan ibu juga sangat penting untuk selalu di perhatikan dan menjaganya dengan baik. Berikut beberapa tips untuk seorang ibu untuk menjaga kesehatannya :

  1. Konsumsilah makanan yang sehat
  2. Usahakan untuk selalu istirahat dengan cukup
  3. Perbanyak minum air putih
  4. Mintalah bantuan kepada orang saat kesusahan dalam melakuka sesuatu
  5. Berfikirlah positif bahwa dapat mencukupi kebutuhan ASI untuk bayi

J. Beberapa Jenis Makanan Yang Baik Untuk Ibu Menyusui

Makanan yang bernutrisi sangatlah penting untuk ibu yang sedang menyusui. Manfaatnya adalah untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperlancar ASI. Ada beberapa jenis makanan yang bagus untuk dikonsumi untuk ibu menyusui, berikut jenisnya :

  1. Kacang-kacangan
  2. Telur
  3. Beras Merah
  4. Sayuran Berwarna Hijau
  5. Seral/Bubur Gandum
  6. Air
  7. Jeruk
  8. Daging Sapi Tanda Lemak
  9. Produk Susu Rendah Lemak
  10. Alpukat
  11. Pepaya
  12. Ikan Salom

K. Makanan Pendamping ASI Yang Baik Untuk Bayi

Saat bayi sudah mulai menginjak usia 6 bulan, sebaiknya anda tidak hanya memberikan ASI ekslusif saja.  Akan tetapi kita perlu memberikannya tambahan asupaan nutrisi tubuh anak dengan memberikannya makanan pendamping ASI atau sering disebut MPASI. MPASI disini juga berperan sebagai vitamin pendamping yang bagus untuk anak.

Berikut ini daftar menu MPASI yang sehat untuk bayi :

  1. Bubur Susu

Jenis menu MPASI yang sering pertama diberikan untuk bayi adalah bubur susu. Untuk membuatnya kita bisa menggunakan ASI ekslusif. Bubur susu ini merupakan jenis makanan padat yang memang bagus untuk menjadi menu MPASI anak usia 6 bulan. Bubur susu ini memiliki rasa yang lezat dan teksturnya yang sedikit encer memudahkan bayi untuk mengkonsumsinya.

  1. Sayur Bubur

Sayur sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh bayi guna menjaga kesehatannya dan mengoptimalkan tubuh kembangnya. Untuk memberikan sayur pada bayi, kita bisa membuatnya menjadi bubur sayur sebagai menu MPASI bayi. Kita juga bisa campurkan ASI dan juga susu formula pada menu bubur sayur anak untuk menambah rasa lezat pada MPASI.

  1. Susu Kentang Bubur

Kita bisa membuat berbagai macam variasi menu MPASI untukbayi agar tidak merasa bosan. Salah satu variasi menu MPASI yang baik untuk bayi mulai usia 6 bulan adalah bubur susu kentang. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu hanya dengan mengukus kentang dan campurkan dengan susu ASI atau formula kemudian haluskan.

  1. Bubur Buah

Selain sayuran bayi juga perlu untuk diberikan asupan buah-buahan. Akan tetapi kita pasti susah untuk memberikan potongan buah secara langsung untuk bayi usia 6 bulan. Untuk itu kita bisa memberikannya dengan cara membuatnya menjadi menu MPASI. Dalam pembuatannya anda bisa campurkan dengan ASI atau susu formula agar rasanya lebih lezat.

Kesimpulanya :

Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seorang ibu yang menyusui. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat memberikan banyak manfaat untuk ibu dan juga bayinya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter atau ke bidan terdekat jika mengalami maslah-masalah tertentu. Yang kami harapkan adalah anda mendapatkan ilmu dan edukasi yang bermanfaat setelah membaca artikel ini.