20 Pantangan Makanan Dan Aktifitas Ibu Menyusui

pantangan makanan dan aktifitas ibu menyusui

Saat anda mulai hamil kemudian melahirkan hingga menyusui sebagai ibu kita memiliki dua tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yaitu tubuh kita sendiri dan juga bayi. Saat setelah melahirkan kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan asupan nutrisi si bayi dengan memberikannya ASI ekslusif. Agar tubuh anak selalu terjaga kesehatannya dan tumbuh kembangnya optimal, kita harus meningkatkan kulitas ASI. Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Akan tetapi tidak semua makanan anda boleh konsumsi, karena ada beberapa jenis makanan yang memang tidak diperbolehkan untuk dikonsumi. Karena dapat mempengaruhi kualitas ASI anda dan menganggu kesehatan bayi. Sehingga itu menjadi hal penting yang harus diketahui oleh seorang ibu menyusui.

Selain makanan ada juga beberapa aktifitas yang juga sebaiknya tidak dilakukan oleh seorang ibu yang sedang menyusui. Karena aktivitas tersebut bisa mempengaruhi kesehatan payudara anda, mempengarhui produksi ASi, serta mengganggu proses tumbuh kembang anak. Berikut ini penjelasan mengenai makanan dan aktifitas yang menjadi pantangan untuk ibu menyusui.

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

Makanan Pantangan Ibu Menyusui

1. Makanan Yang Pahit

Makanan yang memiliki rasa pahit seperti dau papaya, pare, atau jamu sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Karena makanan yang pahit dapat menurunkan kualitas ASI anda. ASI anda bisa berubah rasa menjadi pahit yang membuat bayi menolak untuk meminumnya. Sehingga membuat anak kekurangan asupan nutrisi akibat tidak mau menyusu ASI ibu.

2. Makanan Yang Pedas

Selain makanan yang pahit, makanan yang memiliki rasa pedas juga dapat menurunkan kualitas ASI anda. Contohnya adalah cabai, merica, jahe, dan masih banyak lagi. Jika anda mengkonsumsinya secara berlebihan dapat berpegaruh pada Hal ini dikarenakan makanan yang pedas memiliki sifat panas dan berpengaruh terhadap kondisi ASI anda. Sehingga saat memberikannya si bayi bisa mengalami gangguan pencernaan hingga iritasi dan sakit perut. Hal ini disebabakan kondisi pencernaan bayi belum sempurna.

3. Minuman Yang Berkafein

Minuman yang mengandung kafein biasanya akan membuat tubuh menjadi sulit tidur. Oleh sebab itu minuman berkafein tidak baik untuk dikonsumsi terlalu banyak oleh seorang ibu menyusui. Karena secara otomatis ASI anda juga akan mengandung kafein. Hal ini akan berdampak pada kondisi bayi. Dampaknya berupa bayi sulit tidur, sering rewel, bahkan bisa menimbulkan alergi dan juga iritasi pada lambung bayi.

4. Makanan Yang Terlalu Asam

Makanan yang bersifat asam terlalu tinggi seperi jeruk limau, nanas, tape, dan makanan lain bisa mengurangi kekentalan dari ASI. Hal ini juga akan menimbulkan rasa asam pada ASI anda dan membuat bayi menjadi tidak mau menyusu. Kandungan zat asam pada ASI bisa mengakibatkan lambung bayi teriritasi dan juga bisa terserang diare. Tetapi anda juga bisa mengkonsumsi buah yang memiliki rasa asam yang rendah seperti mangga matang dan papaya tua.

5. Makanan Yang Mengandung Tinggi Gula

Tubuh yang terlalu banyak mengkonsumsi kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan terserang penyakit diabetes. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui tidak diperbolehkan terlalu banyak mengkonsusmi makanan yang tinggi kadar gulanya. Karena akan membuat ASI anda mengandung kadar gula yang tinggi juga. Sehingga bayi juga bisa terkena diabetes dan mengalami ganguan pada pencernaannya.

6. Makanan Mengandung Gas

Makanan yang mengandung gas bisa menurunkan kekentalan ASI dan mengurangi rasa manis pada ASI sehingga membuat bayi tidak mau menyusu. Oleh karena itu makanan yang mengandung gas sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui. Adapun contoh makanan yang mengandung gas adalah kol, brokoli, paprika, dan bawang. Anda bisa menggantikan jenis makanan tersebut dengan bayam, kangkung, katuk, atau selada.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda memiliki sifat panas dan mengikat nutrisi dakam tubuh yang membuat kandungan vitamin dan nutrisi ASI menjadi berkurang. Sehingga akan berdamapak pada asupan nutrisi tubuh bayi menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya menjadi tidak optimal. Selain itu minuman bersoda juga bisa membuat ASI menjadi lebih encer. Oleh sebab seorang ibu menyusui sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman bersoda.

8. Makanan Bersantan

Semua makanan yang anda konsumsi akan berpengaruh terhadapa ASI dan juga bayi. Oleh sebab itu anda harus memperhatikan benar-benar makanan yang anda konsumsi. Santan adalah salah satu makanan yang sebaiknya anda hindari, karena santan memiliki sifat tajam yang bisa membuat lambung bayi terkena iritasi. Selain itu bisa mengakibatkan bayi menjadi gumoh, perutnya kembung, atau menangis secara terus menerus akibat merasakan tubuhnya tidak nyaman.

9. Minuman Beralkohol

Alkohol memiliki sifat panas dan mampu mengikat segala nutrisi dalam ASI yang membuat kualitas ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu hamil harus menghindari minuman yang mengandung alkohol. Karena akan berdampak juga pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Bayi bisa mengalami kejang-kejang, diare, bahkan bisa mengalami kematian jika kadungan alkohol dalam ASI terlalu banyak. Selain itu alkohol membuat pertumbuhan otak bayi menjadi terganggu.

10. Obat-Obatan

Seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumi obat-obatan, seperti obat untuk meredakan sakit kepala atau sakit lainnya. Karena zat kimia dalam obat akan mempengaruhi kualitas ASI anda. Sehingga akan berdampak tidak baik pada kesehatan bayi yang memang sensitife terhadap obat-obatan. Dampaknya bisa berupa muntah-muntah dan kejang-kejang.

11. Makanan Laut Yang Mengandung Logam

Hewan laut ternyata tidak hanya mengandung tinggi protein dan vitamin, tapi juga mengandung banyak unsur merkuri atau logam. Dimana logam memiliki sifat mengendap dan mengeritasi. Sehingga akan mengendap di payudara anda kemudian mencemari kualitas ASI. Hal tersebut bisa membuat pencernaan bayi terkena iritasi, mual-mual, bahkan diare yang membuatnya rewel akibat merasa tidak enak tubuhnya.

12. Makanan dan Minuman Yang Mengandung Mint

Kandungan mint dalam sebuah makanan atau minuman bisa menurunkan kualitas ASI secara bertahap jika anda terlalu sering mengkonsumsinya. Karena zat mint dapat mengikat dan mencemari nutrisi serta mineral pada ASI sehingga membuat rasa ASI menjadi berubah dan produksi ASI menjadi menurun. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung mint.

Aktivitas Yang Menjadi Pantangan Ibu Menyusui

Aktivitas Pantangan Ibu Menyusui

1. Diet Yang Tidak Seimbang

Saat mengandung hingga melahirkan kebanyakan ibu mengalami penambahan berat badan sehingga mengalami kegemukan. Hal ini membuat banyak ibu-ibu yang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan agar lebih ideal. Akan tetapi sebelum melakukan diet, sebaiknya anda memperhatikan terlebih dahulu kondisi kesehatan anda dan juga bayi. Jangan sampai akibat diet tubuh anda kekurangan asupan nutrisi yang membuat menurunnya kualitas ASI. Secara otomatis jika kualitas ASI menurun, asupan nutrisi untuk bayi juga akan berkurang. Oleh sebab itu seorang ibu menyusui sebaiknya jangan melakukan diet keculai memang sudah berkonsultasi dengan dokter dan diijinkan untuk diet. Jika ingin diet saat menyusui, lakukanlah diet yang baik dan seimbang.

2. Memakai Bra Yang Berkawat dan Ketat

Untuk menjaga kesehatan jaringan payudara dan kelancaran ASI, sebaiknya anda tidak menggunakan bra yang berkawat dan terlalu ketat atau kecil. Karena Bra yan berkawat dan  ketat bisa membuat penekanan pada kelenjar susu dan mampu menghambat aliran ASI menjadi tidak normal. Selain it aliran darah pada sekitar payudara juga akan tersendat. Situasi tersebut jika dibiarkan terlalu lama dapat mengahmbat produksi ASI. Lebih baik gunakan Bra yang memang sudah dirancang untuk ibu menyusui.

3. Jangan Biarkan ASI tidak diminum selama 24 jam

ASI yang tidak dikeluarkan atau tidak diberikan kepada bayi jika dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan pembengkakan, pengerasan pada payudara, serta timbulnya rasa nyeri pada dada yang luar biasa. Untuk itu berikan secara rutin ASI anda ke bayi.

4. Hentikan Kebiasaan Memeras atau Menyedot ASI

Hal ini sering dilakukan para ibu-ibu yang memiliki aktivitas kerjaan sehingga tidak bisa memberikan ASI secara langsung kepada si bayi. Sehingga lebih memilih untuk menyedotnya kemudian dimasukan ke dalam botol dan disimpan di dalam lemari es untuk menghindari pembusukan dan penguraian bakteri. Begitu juga saat di kantor kebanyakan wanita sering memeras ASI nya sendiri. Hal tersebut dilakukan karena ASI tidak segera disusui dan produksinya meningkat membuat ASI keluar sendiri dan membasai pakaian dalam. Akan tetapi kedua tindakan tersebut sebaiknya dihindari oleh para ibu menyusui. Karena hal tersbut bisa menyebabkan permasalahan pada payudara anda, seperti pembengkakan, timbul rasa nyeri yang luar biasa di dada, hingga iritasi puting.

5. Meminum Sembarangan Jamu

Jangan mengkonsumsi sembarangan jenis jamu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Karena jamu bisa membuat alergi dan juga akan mempengaruhi kualitas ASI. Zat yang ada dalam jamu mampu menyerap seluruh nutrisi dalam ASI dan menyebabkan rasanya berkurang juga teksturnya menjadi lebih encer. Jadi jika ingin mengkonsumsi jamu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

6. Jangan Hanya Menggunakan Satu Susu Untuk Menyusui

Ada sebagian ibu menyusui yang hanya menggunakan satu payudaranya untuk memberikan ASI pada bayi. Sedangkan payudara satunya jarang sekali digunakan. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, karena bisa menyebabkan bentuk payudara menjadi tidak proporsional antara yang satu dengan satunya dan juga dapat menurunkan kualitas ASI. Sehingga akan berdampak juga pada berkurangnya asupan nutrisi untuk bayi.

7. Jangan Panik Saat bayi Tidak Mau Makan

Saat melihat bayi tidak mau makan ataupun susah makan pasti membuat khawatir dan panik semua orang tua, terutama seorang ibu. Mereka khawatir jika tubuh bayi akan mengalami kekurangan gizi atau nutrisi. Akan tetapi sebenarnya kita tidak perlu khawatir dan terlalu panik mengahadapi hal ini, cukuplah berikan ASI secara rutin. Karena selama bayi masih mendapatkan ASI ekslusif asupan gizi tubuh bayi masih bisa terpenuhi. ASI memiliki kandungan gizi dan vitamin yang melebihi jenis vitamin apapun.

8. Jangan Mengkonsumsi Suplemen atau Vitamin Secara Berlebihan

Seorang ibu menyusui sebaiknya jangan berlebihan dalam mengkonsumsi suplemen atau vitamin. Karena biasanya dalam vitamin terdapat bahan pengawet yang dapat menurunkan kadar imun ASI dan tekstur kekentalan ASI. Sehingga dapat memberikan dampak pada bayi yang menjadi tidak mau menyusu lagi. Akan tetapi anda masih bisa mengkonsumsi suplemen atau vitamin yang memang tidak mengandung zat kimia dan tidak memiliki efek samping. Selain itu yang lebih utama adalah konsultasikan dulu ke dokter.

Itulah penjelasan tentang makanan dan aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh seorang ibu yang menyusui. Hal yang paling penting adalah selalu jaga kesehatan tubuh anda dan juga bayi dengan mengkonsumi makanan yang benutrisi yang baik untuk seorang ibu menyusui. Selalu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika ada suatu masalah atau ingin melakukan sesuatu yang menyangkut kesehatan. Semoga setelah membaca artikel ini anda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisa diterapakan dalam hidup anda.

 

 

 11 Cara Diet Ibu Menyusui Yang Sehat dan Aman

cara diet sehat dan aman untuk ibu menyusui

Kebanyakan ibu saat mengandung akan mengalami kenaikan berat badan yang menimbulkan kegemukan atau bahkan obesitas. Hal ini bisa berlanjut hingga setelah melahirakan jika tidak ditangani dengan segera. Memiliki berat badan yang berlebih merupakan salah satu masalah bagi seorang wanita. Sehingga tak jarang banyak ibu-ibu yang melakukan program diet setelah melahirkan. Akan tetapi setelah melahirkan seorang ibu masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan ASI ekslusif kepada si bayi. Dimana agar ASI berkualitas ibu harus mengkonsumsi banyak makanan yang bernutrisi. Sedangkan untuk menjalani program diet anda harus mengurangi porsi makan. Oleh sebab itu anda harus melakukan tindakan yang tepat dan aman.

Adapun tindakan awal yang sebaiknya anda lakukan sebelum melakukan program diet ibu menyusui adalah memastikan dulu kesehatan bayi. Karena ASI ekslusif sangat diperlukan untuk memenuhi asupan nutrisi dan menjaga kesehatan bayi. Hal ini perlu anda pertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Sehingga anda akan mengetahui apakah aman atau tidak untuk melakukan program diet saat masih menyusui. Dengan konsultasi ke dokter, kita juga akan mengetahui bagaimana kondisi kesehatan anak apakah nutrisinya terpenuhi atau masih kurang. Sehingga anda bisa mempertimbangkan lebih baik rencana untuk melakukan program diet ibu menyusui.

Kemudian jika dokter tidak memperbolehkan atau harus fokus dulu kepada kesehatan bayi, sebaiknya anda jangan lakukan diet tersebut. Akan tetapi jika dokter memperbolehkan untuk diet, anda bisa melakukan program diet ibu menyusui yang sehat dan aman dengan cara berikut ini :

1. Jaga Keseimbangan Asupan Nutrisi Makanan

Keseimbangan asupan nutrisi harus selalu dijaga dan diperhatikan dalam melakukan diet ibu menyusui yang sehat dan aman. Sedangkan ibu yang menyusui akan mudah dan cepat untuk merasa lapar. Ada beberapa jenis nutrisi yang harus dijaga keseimbanganya yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi tersebut mampu menjaga agar anda tidak mudah merasa lapar. Selain itu juga bisa membantu menambah berat badan anak.

2. Mengkonsusmi Sumber Lemak Yang Sehat

Lemak merupakan sumber energi untuk tubuh ibu menyusui. Dimana jenis lemak yang baik untuk program diet ibu menyusui adalah jenis lemak sehat. Untuk itu konsumsilah sumber makananan dengan jenis lemak yang sehat. Adapun sumber makanan yang mengandung lemak sehat contohnya adalah minyak canola, minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Selain itu lemak sehat juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung bayi.

3. Cukupi Asupan Cairan Tubuh

Cairan memang sangat penting  untuk selalu dipenuhi terutama pada ibu yang sedang menyusui. Hal ini dikarenakan agar terhidar dari dehidrasi yang membuat produksi ASI menjadi berkurang. Untuk mencukupi cairan anda bisa minum air putih sekita 16 gelas sehari. Air putih juga baik untuk melancarkan metabolisme tubuh dan juga digunakan sebagai program diet. Untuk program diet biasakan untuk minum air putih beberapa menit sebelum jam makan tiba. Selain air putih anda juga bisa memenuhi cairan dengan makanan seperti buah-buahan dan sayuran.

4. Konsumsilah Sayur Dengan Warna Yang Berbeda

Sayuran akan memberikan asupan vitamin dan mineral yang lengkap. Terutama untuk ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi sayuran dengan dua atau tiga warna yang berbeda setiap harinya. Dengan mengkonsumsi tiga porsi sayuran sangat bagus untuk menurunkan berat badan. Sayuran dengan warna hijau dan kuning merupakan sayuran yang baik untuk menurunkan berat badan dan menjadi cara sehat untuk program diet ibu menyusui. Contoh sayurannya adalah bayam, jagung manis, wortel, kale, brokoli, kembang kol.

5. Aturlah Jumlah Porsi Makan Anda

Ibu meyusui biasanya harus makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan ASI. Akan tetapi sebenarnya anda tidak perlu makan terlalu banyak, karena dalam setiap tubuh manusia sudah tersimpan cadangan kalori. Dimana cadangan kalori tersebut dapat memenuhi kebutuhan ASI anda. Sehingga anda bisa mengurangi porsi makan anda untuk melakukan diet. Akan tetapi dalam mengurangi porsi makan, anda harus tetap menjaga kebutuhan kalori anda. Kebutuhan kalori dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, viamin, serat, dan mineral secara seimbang.

6. Hindari Makanan Ringan dan Manis

Rasa lapar memang sering dan cepat dirasakan oleh seorang ibu yang menyusui. Sehingga saat merasa malas makan berat maka makanan ringan menjadi gantinya. Sedangakan makanan ringan ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan ibu menyusui, terutama yang rasanya manis. Selain itu makanan ringan juga sering mengandung banyak garam bahlan bahan pengawet yang tidak bak untuk kesehatan bayi. Jadi lebih baik hidari makanan ringan dan anda bisa menggantikannya dengan buah-buahan atau cemilan sehat buatan sendiri.

7. Kunyah Makanan dengan Benar

Menguyah makanan dengan cepat dan tergesa-gesa akan membuat anda cepat merasa kenyang dan juga cepat merasa lapar. Hal itu terjadi karena usus dan lambung akan bekerja lebih berat dan penyerapan nutrisinya kurang maksimal. Oleh sebab itu kunyalah makanan dengan pelan dan benar. Hal ini akan membuat kinerja usus dan lambung menjadi lebih ringan dan makanan menjadi lembut. Dimana makanan lembut nutrisinya akan mudah diserap oleh tubuh sehingga membuat perut menjadi kenyang dalam waktu lebih lama. Sehingga porsi makan anda menjadi lebih teratur dan berat badan tidak bertambah.

8. Hindari Makanan dan Minuman Yang Mengandung Pemanis Buatan

Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan adalah hal yang harus dihindari oleh seorang ibu menyusui yang dedang menjalani program diet. Karena pemanis buatan bisa menjadikan kegemukan dan meningkatkan kadar gula dan tubuh. Selain itu pemanis buatan juga bisa menghambat proses  metabolisme dalam tubuh.

9. Aktif Bergerak

Selama menyusui bukan berarti anda tidak melakukan aktifitas apapun. Anda juga harus aktif bergerak, meskipun dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ringan. Contohnya adalah menyapu, mengepel, atau membersihkan halaman. Karena dengan aktif bergerak akan membantu anda menurunkan berat badan. Gerakan – gerakan tersebut bisa menjadi kegiatan oalahraga bagi seorang ibu menyusui. Karena dengan berolahraga kesehatan tubuh menjadi lebih terjaga.

10. Makan Buah-Buahan

Mengkonsumsi buah-buahan merupakan cara alami untuk menurunkan berat badan. Aturlah jenis buah yang anda makan setiap harinya mulai dari buah dengan kadar gula yang tinggi, buah yang tinggi vitamin, buah yang mengandung antioksidan tinggi, dan buah yang mengandung banyak air. Contoh buah tersebut adalah melon, semangka, apel, jeruk, anggur, pir, dan masih banyak lagi. Selain itu dengan rutin mengkonsumsi buah juga akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh anda.

11. Atur Menu Makan dan Jam Makan Anda

Cara alami dan aman dalam melakukan program diet untuk ibu menyusui adalah dengan mengatur menu makanan dengan jam makan yang sesuai. Karena terdapat jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat waktu tertentu karena bisa menyebabkan kegemukan. Adapun penjelasannya adalah di bawah ini.

Aturan Menu Makan dan Jam Makan Yang Sesuai

aturan menu makanan untuk diet ibu menyusui

1. Sarapan Pagi (Pukul 07.00 Pagi)

Sarapan pagi sangat penting untuk mengawali aktivitas anda. Menu makanan yang baik untuk sarapan pagi contohnya adalah roti gandum dengan olesan selai kacang, roti tawar dengan taburan keju rendah lemak, dan jus buah segar.

2. Makanan Snack Menjelasng Siang (Pukul 10.00 Pagi)

Untuk memenuhi nafsu makan dan kebutuhan energi anda bisa mengkonsumsi jenis makanan snack sehat saat menjelang siang tepatnya pukul 10.00 pagi. Contoh makanannya adalah yogurt, wortel, atau buah-buahan.

3. Makan Siang ( Pukul 01.00 Siang)

Waktu makan siang yang sehat dan baik untuk diet adalah jam 01.00 siang. Adapun contoh makanan yang bisa dikonsumsi adalah makanan oalahan dari sayur-sayuran dan buah-buahan seperti apel.

4. Camilan Sehat Di Sore Hari (Pukul 04.00 Sore)

Jika anda merasa lapar disore hari, anda bisa mengkonsumsi camilan yang sehat. Contoh camilan sehatnya adalah kacang almond dan kismis.

5. Makan Malam (Pukul 07.00 Malam)

Makan malam yang baik adalah saat jam 07.00  malam. Adapaun makana yang dikonsumsi adalah makana yang rendah lemak. Contoh menu makanannya adalah Ayam bakar bagian dada dan rebusan sayur seperti bayam dan juga kentang.

6. Cemilan Makanan Malam Hari (Pukul 09.00 Malam)

Setelah makan malam anda masih bisa mengkonsumsi camilan ringan. Makanan camilan ringan yang sehat untuk malam adalah yang mengandung 100 hingga 150 kalori. Adapun contoh makanannya adalah wortel, buah aple, buah pear, buah jeruk, pisang, dan popcorn.

Itulah beberapa cara yang aman dan alami yang bisa anda lakukan untuk program diet anda selama masih menyusui. Hal  terpenting adalah anda harus selalu menjaga kesehatan tubuh anda dan bayi. Jika bayi mengalami masalah kesehatan karena anda diet, sebaiknya hentikan program diet anda. Kemudian konsultasikan ke dokter untuk mencari solusi dan cara mengatasi yang baik dan benar.

 

11 Makanan Penting dan Bagus Untuk Melancarkan ASI

Makanan pelancar ASI

Seorang ibu menyusui tak jarang mengalami masalah pada ASI yang tidak lancar. Hal ini akan menghambat pemberian ASI pada si bayi. ASI yang tidak lancar bisa disebabakan oleh berbagai macam faktor, salah satu faktor utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi pada sang ibu. Sehingga penting sekali bagi seorang ibu menyusui untuk memenuhi asupan nutrisi tubuhnya setiap hari. Dimana asupan nutrisi tersebut dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi. Ada beberapa jenis makanan yang wajib dikonsumsi oleh ibu menyusui agar ASInya selalu lancar.

Jenis Makanan Bernutrisi Melancarkan ASI

Ibu menyusui sangat memerlukan asupan nutrisi yang banyak setiap harinya. Terutama adalah pada ibu menyusui yang mengalami masalah pada ASI yang kurang lancar. Dimana asupan nutrisi tersebut diperoleh dari berbagai jenis makanan yang bernutrisi tinggi dan mengandung banyak vitamin. Ada beberapa jenis makanan yang memang bermanfaat untuk melancarkan ASI seorang ibu menyusui. Adapun jenis makanan tersebut antara lain adalah :

1. Jenis Sayuran Berwarna Hijau

Sayuran merupakan sumber makanan yang memiliki nutrisi yang tinggi yang berbeda-beda setiap jenisnya. Sayuran yang baik untuk melancarkan ASI adalah sayuran yang memiliki warna hijau dan kuning. Contohnya adalah daun katuk, dimana daun katuk memiliki kandungan alkaloid, sterol, dan juga seskuiterna yang mempengaruhi prouksi ASI menjadi lebih lancar. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menunjukan bahwa setelah mengkonsumsi daun katuk volume ASI bisa meningkta hingga 50%.

2. Beras Merah Atau Beras Coklat

Asupan karbohidrat juga mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Karena jika anda kekurangan asupan karboidrat tubuh anda akan mengalami penurunan berat badan. Sedangkan jika berat badan menurun secara drastis dapat menyebabkan pengeluaran ASI menjadi lebih sedikit dan badanpun terasa lemas. Untuk itu jika memang anda ingin menurunkan berat badan setelah hamil konsumsilah karbohidrat yang sehat seperti beras merah atau beras putih.

3. Kacang Almond

Kacang almond menandung kalsium yang tinggi, dimana kalsium tersebut mampu meningkatkan produks ASI secara signifikan. Sehingga kacang almond merupakan salah satu dari 10 makanan teratas yang wajib dikonsumsi oleh ibu menyusui. Selain itu kacang almon juga menjadi sumber kalsium bagi ibu setelah melahirkan.

4. Air

Dehidrasi juga bisa menurukan produksi ASI dan tingkat energi tubuh anda. Oleh sebab itu perbanyaklah minum air agar terhindar dari dehidrasi dan produksi ASI menjadi lancar. Agar tidak bosan, anda bisa memenuhi cairan tubuh anda dengan minum jus atau susu.

5. Ikan Salmon

Ikan salmon merukapan salah satu jenis ikan yang memiliki manfaat untuk melancarkan produksi ASI anda. Di dalam ikan salmon mengandung jenis lemak yang bernama DHA. DHA tersebut merupakan sumber nutrisi penting untuk seorang ibu menyusui. Selain itu bagus juga untuk perkembangan sistem saraf bayi.

6. Buah Pisang, Wortel, Bluberi

Buah-buahan juga diperlukan untuk seorang ibu hamil agar memperlancar produksi dan meningkatkan kualitas ASI ibu. Ada beberapa jenis buah yang memang bagus untuk ibu menyusui contohnya adalah pisang, wortel, buah beri atau bluberi. Setiap buah tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda, mulai dari yodium, vitamin A dan C, serta antioksidan.

7. Bunga Pepaya

Bunga papaya merupakan jenis sayuran yang berwarna kunig pucat. Di dalam bunga papaya mengandung vitamin C, vitamin A, fosfor, serta kalsium yang sangat dibutuhkan sebagai sumber gizi bagi tubuh ibu menyususi. Bunga papaya sangat baik untuk kesehatan tubuh dan meperlancar produksi ASI seorang ibu menyusui.

8. Daging Sapi Tanpa Lemak

Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber makanan yang baik untuk melancarkan ASI ibu menyusui secara alami. Mengapa daging sapi? Karena daging sapi mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui. Zat besi disini bermanfaat untuk mencegah anemia pada ibu menyusui. Karena jika ibu terkena anemia maka tubuh akan lemah dan produksi ASI menjadi berkurang. Selain itu daging sapi juga kaya akan vitamin B-12 yang bagus juga untuk melancarkan ASI.

9. Kacang Hijau

Di dalam kacang hijau mengandung banyak protein nabati dan juga Vitamin B1 yang baik untuk kesehatan tubuh seorang ibu menyusui. Vitamin B1 dalam kacang hijau berperan untuk mengubah zat karbohidrat dalam tubuh menjadi energi. Dimana energi tersebut sangat diperlukan untuk memproduksi ASI. Oleh sebab itu kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang yang mampu menjaga produktivitas ASI pada ibu menyusui.

10. Pare

Pare merupakan jenis sayuran dengan rasa pahit yang bagus untuk melancarkan ASI. Di dalam pare mengandung fitokimia lutein serta likopen yang bermanfaat baik untuk melancarkan ASI dan menjaga produktivitas insulin. Selain itu pare juga mengandung vitamin C dan zat antioksidan yang baik untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan dan menjaga kesehatan gigi, tulang, serta jaringan pembuluh darah.

11. Buah Semangka

Buah semangka merupakan buah yang bagus untuk melancarkan ASI seorang ibu menyusui. Hal ini disebabkan karena buah semangka mengandung banyak air yang dijadikan untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu menyusui. Karena dengan terpenuhi kebutuhan cairan tubuh ibu maka akan memperlancar produksi ASI. Selain itu buah semangka juga mengandung vitamin A, Vitamin C, folat, dan kalsium yang memang dibutuhkan oleh seorang ibu menyusui.

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Itulah beberapa jenis sumber makanan yang bernutrisi tinggi yang baik untuk melancarkan produksi ASI. Kosumsilah secara rutin dengan porsi yang seimbang. Selain mengkonsumsi makanan yang bernutrisi anda juga harus menjaga kesehatan anda dengan berolahraga dan menerapkan hidup sehat.

7 Manfaat Penting Menyusui Untuk Seorang Ibu Dan Bayinya

Ibu Menyusui yang baik dan benar

Pemberian ASI ekslusif atau menyusui memang memiliki manfaat baik untuk kesehatan ibu dan bayinya. Menyusui merupakan cara seorang ibu untuk memberikan nutrisi kepada bayi hingga kurang lebih selama 6 bulan. Nutrisi dari ASI ekslusif seorang ibu memiliki manfaat baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Hal terpenting lain dari ASI adalah memiliki manfaat dalam jangka panjang untuk bayi.  Selain itu menyusui juga dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan tubuh ibu. Untuk itu lakukan dengan cara yang benar dan perhatikan hal-hal penting menyangkut ibu menyusui agar memperoleh manfaat yang maksimal. Berikut kami akan jelaskan tentang manfaat menyusui bagi seorang ibu dan bayi.

Manfaat Kesehatan Menyusui Untuk Seorang Ibu

Manfaat Menyusui Untuk Ibu

Mungkin masih banyak ibu yang belum mengetahui bahwa menyusui memiliki manfaat untuk kesehatan tubuhnya. Saat ini masih rendah sekali angka pemberian ASI ekslusif seorang ibu untuk bayinya. Untuk anda harus mengetahui manfaatnya, berikut ini penjelasannya.

1. Menurunkan Resiko Stress dan Depresi Seorang Ibu Setelah Melahirkan

Ternyata seorang ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif kepada bayinya hanya memiliki kadar oksitosin sebesar 8%. Hal ini membuat tekanan darahnya menjadi rendah dan menimbulkan rasa tertekan. Hal ini membuat resiko menderita stress dan depresi  lebih tinggi. Lain halnya dengan ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada banyinya. Dia akan memiliki kadar oksitosin sebesar 50%. Sehingga resiko terkena stress dan depresi menjadi lebih rendah dibanding seorang ibu yang tidak menyusui. Selain itu  menyusui juga dapat menjadi relaksasi dan menenangkan pikiran seorang ibu setelah melahirkan.

2. Membantu Membakar Lemak Setelah Melahirkan

Saat sedang hamil biasanya seorang ibu akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Hal ini dikarenakan tubuh ibu menyimpan cadangan makanan untuk nutrisi kandungan dan tubuhnya sendiri dalam bentuk lemak. Untuk menurukan berat badan setelah melahirkan, seorang ibu harus mampu membakar lemak yang ada ditubuhnya. Nah, cara untuk membakar lemak sendiri bisa dilakukan dengan memberikan ASI ekslusif kepada bayi. Selama menyusui tubuh akan membakar kalori sebanyak 480 kalori per hari. Hal ini akan menurunkan kadungan lemak yang ada di perut ibu selama hamil. Terdapat juga studi yang mengatakan bahwa seorang ibu menyusui akan mengalami pembakaran lemak dan penurunan berat badan lebih banyak di banding yang tidak menyusui.

3. Menurunkan Resiko Terkena Kanker

Seorang ibu yang menyusui akan mengalami perubahan structural di jaringan payudara dan penekanan pada jumlah estrogen yang diproduksi oleh laktasi. Hal tersebut dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium. Terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa ibu yang menyusui selama 4 hingga 12 bulan diduga dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara sebesar 11% dan akan meningkat jika ibu menyusui selama 24 bulan.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Terdapat studi yang menyatakan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko terkena penyakit jantung yang lebih rendah dibanding yang tidak menyusui. Salah satu penyakit jantung yang bisa menyerang adalah penyakit kardiovaskuler. Pemberian ASI eklusif juga dapat menurunkan tekanan darah yang dapat memberikan rasa ketenangan yang dapat mengendalikan stress.

5. Membantu Pelepasan Hormon Yang Baik

Saat menyusui tubuh ibu dapat melepaskan hormon oksitosin dan prolaktin. Hormon oksitosin berperan dalam kedakatan antara ibu dengan bayi. Selain itu hormon oksitosin juga berperan untuk mengembalikan ukuran normal rahim dan mencegah pendarahan postpartum. Sedangkan hormon prolaktin berperan untuk relaksasi dan membuat siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara waktu.

6. Alat Kontrasepsi Alami

Selain menggunakan sistem kalender metode kontrasepsi alami juga bisa melalui pemberian ASI ekslusif kepada bayi. Dimana ibu menyusui akan memproduksi lebih banyak hormone prolaktin yang mampu menekan ovulasi sehingga terjadi penundaan masa subur. Akan tetapi ibu harus aktif menyusui dalam 1 jam sehari selama 6 bulan.

7. Mampu Membakar Kalori Lebih Banyak

Seorang ibu yang menyusui setiap harinnya diperkirakan akan mampu membakar kalori sebanyak 500 kalori. Hal ini dapat membantu dalam menurunkan berat badan ibu setelah melahirkan. Selain itu menyusui juga tidak akan mengendorkan payudara anda.

 

Manfaat ASI Ekslusif Untuk Bayi

Manfaat Menyusui Untuk Bayi

Pemberian ASI ekslusif kepada bayi dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan tubuh kembang anak. ASI ekslusif dapat memnuhi kebutuhan nutrisi yang baik untuk bayi setelah lahir. Adapun mafaatnya adalah berikut penjelasannya.

1. Mencegah Dari Berbagai Macam Penyakit

ASI merupakan makanan sekaligus minuman yang baik untuk karena mudah dicerna, diserap, mengandung banyak nutrisi, segar, dan aman. Di dalam ASI sendiri kaya akan senyawa imuniglobin A (IgA) yang berpera dalam pembentukan lapisan pelindung di membaran mukosa usus, hidung, dan tenggorokan. Sehingga mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai macam penyakit yang dapat menyerang bayi  dan juga meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bayi yang diberikan ASI secara ekslusif akan memiliki resiko rendah terkena gangguan pernapasa, diare, infeksi telinga, serta virus perut.

2. Mencegah Terkena Gangguan Penglihatan

ASI merupakan sumber vitamin A untuk tubuh bayi, dimana vitamin A sendiri memiliki manfaat baik untuk kesehatan mata dan penglihatan. Sehingga bayi memang memerlukan asupan ASI ekslusif untuk mengoptimalkan penglihatannya. Selain itu ASI juga berperan sebagai antibiotik alami yang dapat melawan infeksi pada mata.

3. Meningkatkan Kecerdasan Bayi

Pemberian ASI ekslusif pada bayi memiliki manfaat untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Dimana ASI dapat meningkatkan perkembanagn fungsi kognitif bayi. Fungsi kognitif sendiri berkaitan dengan perkembangan otak bayi yang membuat bayi lebih cerdas. Pada bayi yang prematur, ASI juga baik untuk mengingkatkan perkembangan mental bayi.

4. Melindungi Bayi Dari Alergi dan Asma

Lapisan pelindung yang dibentuk dari senyawa imunoglobin dalam ASI juga memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya peradangan dan melemahnya dinding usus yang dapat menimbulkan alergi dan masalah kesehatan lainya. Sehingga dengan memberikan ASI esklusif pada bayi dapat memberikan perlindungan terhadap timbulnya alergi dan asma. Selain itu ASI juga mengandung enzim yang dapat memperlancar pencernaan bayi. Seluruh protein yang ada di dalam ASI dapat dicerna dengan baik oleh bayi, dibandingkan dengan susu formula yang hanya separuhnya saja. Dimana protein yang terbuang dari susu formula memiliki potensi tinggi terkena alergi dan asma.

5.Mengurangi Resiko Obesitas Pada Bayi

Pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi mampu mengurangi resiko terjadinya obesitas ketika bayi sudah beranjak remaja dan dewasa. Jika semakin lama waktu anak mendapatkan ASI, maka semakin rendah resiko obesitas pada anak. Dimana selama anak mendapatkan ASI, dia akan memiliki pola makan yang lebih sehat serta kandungan insulin yang lebih rendah dalam ASI membuat lebih sedikit dalam pembentukan lemak dibandingkan dengan susu formula.

6. Mengurangi Angka Resiko Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi

Salah satu hal yang ditakutkan oleh para orang tua setelah melahirkan adalah bayi terkena sindrom kematian mendadak. Dimana sindrom ini umumnya menyerang pada bayi dibawah usia 1 tahun. Sehingga kita harus mengurangi angka terjadinya sindrom tersebut pada bayi dengan memberikan ASI secara ekslusif. Karena terdapat penelitian di Jerman yang menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi di usia 1 bulan dapat menurunkan resiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi.

7. Mengoptimalkan Perkembangan Bayi

Perkembangan fisik dan mental bayi dapat dioptimalkan dengan memberikannya ASI secara ekslusif. Kandungan nutrisi dalam ASI dapat mencukupi kebutuha nutrisi bayi setiap harinya. Dimana dengan nutrisi yang terpenuhi membuat kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi meningkat dan dapat berjalan optimal. Bayi yang mendapatkan ASI dapat menunjukan perkembangan IQ yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI.

 

Itulah penjelasan mengenai manfaat menyusui pada ibu dan bayinya. Dapat kita simpulkan bahwa pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi memang sangatlah diperlukan. ASI sangat bermanfaat baik untuk kesehatan bayi. Kami berharap anda bida mendapatkan manfaat dan ilmu edukasi setelah membaca artikel ini.

Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

Ibu Menyusui

Menyusui adalah memberikan ASI ekslusif kepada anak yang memang menjadi tanggung jawab seorang ibu setelah melahirkan. ASI ekslusif dari seorang ibu sangatlah penting untuk kesehatan anak. Sumber nutrisi dari ASI bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Selain itu kita juga bisa menjalin kedakatan yang baik dengan anak. Dalam menyusui ada cara dan tekniknya tersendiri, sehingga untuk anda yang sedang menyusui harus mengetahui cara dan teknik menyusui yang baik dan benar. Ada bebarapa hal yang harus diperhatikan saat menyusui agar baik dan benar mulai dari waktu, peletakan dan posisi ibu dan bayi saat menyusui yang benar. Disini kami akan menjelaskan beberapa hal penting dalam menyusui anak yang baik dan benar. Berikut penjelasannya :

A. Jadwal Menyusui yang Benar

Dalam memberikan ASI ekslusif juga harus memperhatikan waktu-waktu yang baik untuk menyusui anak. Berikut ini jadwal menyusui yang bisa anda terapkan :

  1. Saat bayi baru lahir beberapa hari dianjurkan untuk menyusui setiap 2 jam sekali.
  2. Untuk minggu pertama, bayi memerlukan ASI setiap 2,5 – 3 jam sekali.
  3. Ketika sudah menjelang akhir minggu ke enam, bayi memerlukan ASI setiap 4 jam sekali.
  4. Jika anak sudah berusia 10-12 bulan, sebagian besar anak sudah tidak perlu disusui saat malam hari, karena mereka menghabiskan waktunya untuk tidur.

B. Tanda-Tanda Bayi Mulai Lapar

Sumber makanan saat anak masih bayi adalah hanya ASI ekslusif dari Ibunya. Sehingga jika bayi mulai lapar hanya ASI yang bisa kita berikan untuknya. Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukan bahwa bayi mulai lapar dan anda harus mengetahuinya. Berikut tanda-tandanya :

  1. Saat tidur anak akan mulai terbangun
  2. Selanjutnya Anak mulai mengeluarakn suara-suara pelan.
  3. Kemudian dia mulai membuka mulutnya dan menggelengkan kepalanya mencari-cari susu ibunya.
  4. Mengeluarkan lidah dan menjilat-jilat bibirnya
  5. Memasukan tangannya ke mulut
  6. Dan tanda yang paling akhir adalah anak akan menangis mulai dari pelan hingga semakin kencang.

C. Posisi Menyusui Bayi Yang Benar

Posisi saat menyusui juga harus diperhatikan dengan benar agar anak nyaman saat meminumnya. Adapun posisinya adalah sebagai berikut :

  1. Posisi kepala dan badan bayi pada satu garis lurus
  2. Kemudian hadapkan wajah bayi di depan payudara anda dan hidungnya berada di depan putting
  3. Dekap badan bayi hingga menempel pada ibu. Jika dengan posisi tidur sebaiknya perut bayi menempel dengan perut ibu.
  4. Topang seluruh badan bayi menggunakan tangan anda.
  5. Setelah itu tempelkan dagu bayi pada payudara
  6. Kepala bayi agak mengadah

D. Tanda-Tanda Posisi Bayi Sudah Benar Saat Menyusu

Kita bisa melihat beberapa indikator atau tanda bahwa bayi sudah pada posisi yang benar saat menyusu Berikut ini tanda-tandanya :

  1. Bayi terlihat tenang dan nyaman
  2. Bayi terlihat dapat menghisap kuat susunya dengan irama perlahan
  3. Putting susu anda tidak terasa nyeri
  4. Bayi tidak menangis
  5. Bayi tidak terlihat kesusahan saat minum
  6. Tidak terjadi gumoh pada bayi

E. Tanda-Tanda Anak Sudah Kenyang Saat Menyusu

Bayi akan menunjukan tanda-tanda bahwa dia sudah kenyang saat menyusu. Berikut tanda-tandanya :

  1. Anak mulai mengantuk
  2. Tubuhnya terlihat relaks dan tangannya yang saat lapar mengepal sekarang sudah terbuka
  3. Dengan sendirinya bayi akan melepaskan payudara
  4. Bayai juga akan tertidur sampau dia merasa lapar lagi

F. Tanda-Tanda Bayi Sudah Mendapatkan ASI Yang Cukup

Sebagai ibu kita harus mampu mencukupi kebutuhan ASI bayi untuk menjaga kesehatan anak dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sehingga ibu harus mengetahui tanda-tanda bahwa anak sudah mendapatkan ASI yang cukup. Berikut penjelasannya :

  1. Setelah menyusu bayi akan terlihat kenyang dan puas
  2. Berat badan bayi akan bertambah
  3. Puting dan payudara ibu tidak akan terluka atau lecet
  4. Bayi akan mulai buang air kecil dan buang air besar dengan warna yang kuning

G. Cara Membangunkan Bayi Saat Tidur Untuk Menyusu

Untuk menjaga agar asupan ASI selalu terpenuhi maka saat bayi sedang tidur sebaiknya bangunkanlah dia. Lakukan dengan cara yang benar saat membangunkan anak untuk menyusu :

  1. Buka selimutnya
  2. Berikan sedikit gangguan pada bibir anak dengan menempelkan putingnya
  3. Oleskan sedikit ASI anda pada bibir bayi
  4. Bukalah pakaiannya dan biarkan hanya menggunakan popok saja

H. Cara Menjaga Kondisi Payudara Dan Puting

Payudara dan puting juga penting untuk selalu dijaga kondisinya. Karena hal itu akan memperngaruhi pengeluaran air susu untuk mencukupi asupan bayi. Selain itu juga bertujuan agar puting susu tidak mudah lecet. Hal ini sangat penting diterapka untuk ibu yang baru menyusui. Berikut caranya :

  1. Perahlah ASI jika payudara anda terasa kecang dan bayi belum ingin menyusu
  2. Kompres dengan air hangat sebelum menyusui dan menggunakan air dingin setelah menyusui jika payudara membengkak
  3. Susui bayi sesering mungkin
  4. Jaga kesehatan tubuh ibu

I. Cara Menjaga Kesehatan Ibu Menyusui

Kesehatan ibu juga sangat penting untuk selalu di perhatikan dan menjaganya dengan baik. Berikut beberapa tips untuk seorang ibu untuk menjaga kesehatannya :

  1. Konsumsilah makanan yang sehat
  2. Usahakan untuk selalu istirahat dengan cukup
  3. Perbanyak minum air putih
  4. Mintalah bantuan kepada orang saat kesusahan dalam melakuka sesuatu
  5. Berfikirlah positif bahwa dapat mencukupi kebutuhan ASI untuk bayi

J. Beberapa Jenis Makanan Yang Baik Untuk Ibu Menyusui

Makanan yang bernutrisi sangatlah penting untuk ibu yang sedang menyusui. Manfaatnya adalah untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperlancar ASI. Ada beberapa jenis makanan yang bagus untuk dikonsumi untuk ibu menyusui, berikut jenisnya :

  1. Kacang-kacangan
  2. Telur
  3. Beras Merah
  4. Sayuran Berwarna Hijau
  5. Seral/Bubur Gandum
  6. Air
  7. Jeruk
  8. Daging Sapi Tanda Lemak
  9. Produk Susu Rendah Lemak
  10. Alpukat
  11. Pepaya
  12. Ikan Salom

K. Makanan Pendamping ASI Yang Baik Untuk Bayi

Saat bayi sudah mulai menginjak usia 6 bulan, sebaiknya anda tidak hanya memberikan ASI ekslusif saja.  Akan tetapi kita perlu memberikannya tambahan asupaan nutrisi tubuh anak dengan memberikannya makanan pendamping ASI atau sering disebut MPASI. MPASI disini juga berperan sebagai vitamin pendamping yang bagus untuk anak.

Berikut ini daftar menu MPASI yang sehat untuk bayi :

  1. Bubur Susu

Jenis menu MPASI yang sering pertama diberikan untuk bayi adalah bubur susu. Untuk membuatnya kita bisa menggunakan ASI ekslusif. Bubur susu ini merupakan jenis makanan padat yang memang bagus untuk menjadi menu MPASI anak usia 6 bulan. Bubur susu ini memiliki rasa yang lezat dan teksturnya yang sedikit encer memudahkan bayi untuk mengkonsumsinya.

  1. Sayur Bubur

Sayur sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh bayi guna menjaga kesehatannya dan mengoptimalkan tubuh kembangnya. Untuk memberikan sayur pada bayi, kita bisa membuatnya menjadi bubur sayur sebagai menu MPASI bayi. Kita juga bisa campurkan ASI dan juga susu formula pada menu bubur sayur anak untuk menambah rasa lezat pada MPASI.

  1. Susu Kentang Bubur

Kita bisa membuat berbagai macam variasi menu MPASI untukbayi agar tidak merasa bosan. Salah satu variasi menu MPASI yang baik untuk bayi mulai usia 6 bulan adalah bubur susu kentang. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu hanya dengan mengukus kentang dan campurkan dengan susu ASI atau formula kemudian haluskan.

  1. Bubur Buah

Selain sayuran bayi juga perlu untuk diberikan asupan buah-buahan. Akan tetapi kita pasti susah untuk memberikan potongan buah secara langsung untuk bayi usia 6 bulan. Untuk itu kita bisa memberikannya dengan cara membuatnya menjadi menu MPASI. Dalam pembuatannya anda bisa campurkan dengan ASI atau susu formula agar rasanya lebih lezat.

Kesimpulanya :

Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seorang ibu yang menyusui. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat memberikan banyak manfaat untuk ibu dan juga bayinya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter atau ke bidan terdekat jika mengalami maslah-masalah tertentu. Yang kami harapkan adalah anda mendapatkan ilmu dan edukasi yang bermanfaat setelah membaca artikel ini.